Haijatim.com, Surabaya – Transformasi Digital dan Modernisasi Infrastruktur menjadi komitmen PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Selain itu juga berupaya menjamin kelancaran logistik dan turut serta menyukseskan Mudik Gratis 2026.
Menjelang puncak arus logistik Lebaran 2026, wajah pelabuhan di Indonesia, khususnya di Surabaya, terus bersolek. Melalui PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), penguatan infrastruktur dan sistem digital secara masif dilakukan guna menciptakan ekosistem pelabuhan yang efisien, transparan, dan responsif terhadap dinamika kebutuhan publik serta pengguna jasa.
Modernisasi Alat Bongkar Muat Berstandar Global
Langkah nyata modernisasi terlihat dari pengadaan alat bongkar muat baru yang dilakukan secara bertahap. TPS kini memperkuat armadanya dengan mendatangkan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), di mana empat unit telah beroperasi penuh dan sepuluh unit lainnya segera menyusul. Selain itu, empat unit Container Crane (CC) baru dijadwalkan tiba pada akhir April mendatang untuk memperkuat kapasitas dermaga.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan bahwa peremajaan peralatan ini merupakan fondasi utama transformasi layanan. “TPS berkomitmen menghadirkan layanan yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS, seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real-time,” jelasnya di sela-sela acara Media Gathering 2026 bersama para jurnalis di Surabaya.
Pembaruan ini tidak hanya soal kapasitas, tetapi juga efisiensi energi melalui program elektrifikasi RTG yang lebih ramah lingkungan. Hal ini diharapkan mampu memperpendek waktu sandar kapal (berthing time) dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Digitalisasi dan Transparansi Pelindo Bersih
Bukan sekadar fisik, penguatan otak pelabuhan melalui sistem digital menjadi prioritas untuk menjamin kelancaran arus logistik nasional. TPS terus mendorong penggunaan layanan digital guna membatasi interaksi tatap muka. Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyatakan bahwa inovasi ini adalah bagian dari budaya Pelindo Bersih untuk menutup celah gratifikasi maupun pungutan liar.
“Transparansi dan keterbukaan informasi adalah fondasi tata kelola yang baik di TPS. Kami percaya kolaborasi yang terjaga akan menghadirkan layanan yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing,” ungkap Erika.
Sinergi Sosial: Program Mudik Gratis Pelindo 2026
Di sisi lain, sebagai wujud tanggung jawab sosial (TJSL) di tengah kesibukan logistik, Pelindo Group kembali menghadirkan program Mudik Gratis Bersama Pelindo 2026. Tahun ini, perusahaan menyediakan 152 unit bus dengan kapasitas lebih dari 7.000 kursi untuk mengantarkan masyarakat ke 13 rute tujuan, termasuk jalur populer seperti Jakarta-Surabaya dan Surabaya-Madiun.
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan membantu kelompok menengah ke bawah agar dapat mudik dengan aman dan nyaman. “Kami memastikan seluruh armada mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan, sehingga para pemudik dapat tiba di tujuan dengan tenang,” ujar Ali. Pendaftaran program ini dapat diakses secara daring melalui laman resmi https://mudikpelindo.id.
Optimisme Pelaku Usaha
Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyambut positif langkah-langkah ini. Menurutnya, tersedianya fasilitas seperti area fumigasi dan alat pemindai ekspor-impor yang terintegrasi sangat membantu percepatan arus barang.
Dengan kombinasi peralatan canggih, sistem digital yang transparan, serta kepedulian sosial yang nyata, Pelindo kini tidak hanya menjadi gerbang logistik nasional yang tangguh, tetapi juga mitra yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas. (boi)







