Haijatim.com, Surabaya – Pemasaran digital berkelanjutan adalah pendekatan yang berfokus pada meminimalkan dampak lingkungan dan mempromosikan tanggung jawab sosial dalam berbagai aktivitas pemasaran online. Bagi sebagian orang, aktivitas pemasaran mungkin dianggap sebagai upaya menyeluruh dan agresif untuk menarik perhatian calon pelanggan di tengah lingkungan periklanan yang ramai. Hal ini dapat diibaratkan seperti ekspedisi yang menarik perhatian dimana kita harus memilih tempat terbaik untuk memenangkan hati pembeli yang tepat dengan berbagai teknik promosi. Dari sudut pandang ini, gagasan “memenangkan hati konsumen” di dunia digital mungkin tampak sebagai sebuah kontradiksi untuk tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Namun, mari kita pertimbangkan pemasaran digital dari perspektif baru apabila dibandingkan dengan merawat konsumen yang telah ada. Dengan memilih alat dan metode pemasaran berkelanjutan secara cermat, menyingkirkan tindakan dan data yang tidak perlu seperti pesaing yang tidak kompetitif, dan memberikan perawatan yang tepat pada konsumen, dapat memastikan pertumbuhan pelayanan yang optimal pada konsumen.
Pemasaran digital memainkan peran krusial dalam keseluruhan strategi pemasaran. Di dunia saat ini, internet dan platform digital adalah tempat utama untuk terhubung dengan pelanggan, termasuk dalam pemakain situsWeb. Namun, pemasaran digital mencakup lebih dari sekadar situs web, karena melibatkan beragam tindakan. Seperti halnya buku yang menarik dapat didukung oleh berbagai upaya pemasaran untuk memberi tahu orang-orang tentang aktivitas suatu perusahaan dan nilai dari kinerja perusahaan yang telah dberikan. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, produk digital seperti situs, et dan aplikasi dapat dibuat dengan cermat untuk meminimalkan dampak lingkungan dan mengurangi jejak karbon.
Mungkinkah memanfaatkan pemasaran secara berkelanjutan? Bagaimana kita bisa menyeimbangkan dan menjadi lebih efektif serta ramah lingkungan dalam upaya pertumbuhan yang berkelanjutan, mendapatkan lebih banyak pengikut, pelanggan, dan klien? Di sinilah pemasaran berkelanjutan berperan, menunjukkan pendekatan yang lebih bertanggung jawab untuk menjadi lebih terlihat, dan dipilih oleh pelanggan.
Sebagian besar definisi pemasaran berkelanjutan dalam pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya menunjukkan kurang fokusnya pada aktivitas pemasaran yang sebenarnya, melainkan lebih pada sifat produk atau layanan yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan layak secara ekonomi. Kombinasi ini wajar terjadi ketika sebuah perusahaan menawarkan produk ramah lingkungan dan mempromosikannya dengan cara yang ramah lingkungan.
Meskipun demikian masih banyak bisnis yang tidak mengaitkan keberlanjutan sebagai deskriptor untuk produk mereka, meskipun mereka ramah lingkungan tetapi tetap bertujuan untuk bertindak secara bertanggung jawab dan mempertimbangkan kesejahteraan di bumi dan generasi mendatang di setiap level termasuk dalam upaya pemasaran mereka.
Tidak diragukan lagi, pemasaran digital memiliki dampak lingkungan yang sangat besar. Berpikir bahwa pemasaran saat ini lebih ramah lingkungan daripada 30 tahun yang lalu mungkin terdengar seperti ilusi. Saat ini, kita sedang melakukan yang terbaik untuk planet ini dengan mengurangi penggunaan kertas, mengurangi pencetakan poster dan selebaran, dan menambahkan informasi di bagian bawah tanda tangan email.
Tentu saja,pemasaran mungkin tampak lebih ramah lingkungan di masa lalu, terutama karena tindakan pemasaran tersebut lebih nyata. Pada era sebelumnya, kita lebih menyadari keterbatasan sumber daya. Namun, dalam hal digitalitas dan web, kita masih menganggapnya sebagai periode yang terus berkembang dan mampu menampung segalanya.
Saat ini kita hidup dalam masyarakat yang semakin berhati-hati dan peduli terhadap lingkungan, mempromosikan penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, daur ulang, dan adopsi energi terbarukan, sekaligus mendorong gagasan nol limbah. Namun terlepas dari bukti yang disajikan dalam berbagai artikel, kita sulit memahami sepenuhnya bahwa dunia digital juga memiliki jejak karbon yang signifikan. Jejak ini terus meluas seiring infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung setiap situs web, aplikasi, email, video streaming, dan data digital lainnya menjadi semakin kuat dan boros energi.
Pemasaran digital bisa sangat membutuhkan energi. Pemasaran digital membantu kita mengurangi energi yang tersembunyi di balik media tradisional, seperti selebaran dan poster, serta semua proses pembuatannya. Namun perlu diingat bahwa pemasaran digital tidak dikendalikan oleh kekuatan digital, melainkan seperti yang telah disebutkan sebelumnya yaitu dikendalikan oleh energi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar dari sisa sisa limbah
Siapa pun yang ada di perusahaan, di departemen mana pun kita bekerja, kita memahami bahwa bisnis yang kita jalani tergantung dari bagaimana kita bisa menjangkau orang-orang yang tepat yang ingin membeli produk kita, memesan layanan, memilih produk, membaca konten, mengingat merek, kembali menggunakannya, atau merekomendasikannya kepada orang lain.
Tanpa kita sadari ada kemungkinan tim pemasaran perusahaan, agensi pemasaran digital yang kita sewa atau mungkin kita sendiri telah membangun strategi pemasaran yang mencakup berbagai tindakan, KPI, dan sebagainya. Pada saat tim keuangan mengukur ROI-nya untuk melihat apa yang memberikan nilai paling besar bagi suatu bisnis, strategi dalam pemasaran dirancang untuk mencapai tujuan spesifik perusahaan kita.
Berikut beberapa langkah untuk membantu menciptakan strategi digital untuk keberlanjutan:
1. Tetapkan tujuan yang jelas dan terukur
Tentukan keingainan apa yang mau dicapai dengan upaya pemasaran digital, baik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek, mendorong lalu lintas situs web, atau menghasilkan prospek dan penjualan. Pada tahap ini, perusahaan juga dapat menetapkan anggaran pemasaran digital untuk membantu masing-masing departemen dalam menetapkan batasan aktivitas pemasaran terkait jejak polutan. Dengan menetapkan batasan tersebut dapat membantu kita tetap fokus pada hal-hal yang penting.
2. Pahami target audiens
Ini adalah poin terpenting karena berdasarkan target audiens yang telah kita rencanakan, akan membantu difisi promosi untuk merencanakan komunikasi pemasaran digital, kampanye digital, nada bicara, dan teknik pemasaran yang digunakan. Lebih baik kita meneliti dan menganalisis target audiens perusahaan secara mendalam melalui riset pasar, survei, wawancara mendalam, dan buat kuesioner yang kemudian disebarkan ke konsumen yang bertujuan untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan perilaku online mereka. Apakah perusahaan memerlukan profil dan konten TikTok jika target audiens perusahaan ada di segmen gen mobile? Apakah bahasa akademis artikel perusahaan sesuai dengan pelanggan perusahaan yang mencari hiburan? Dengan menyelidiki siapa target audiens perusahaan, kita dapat menyesuaikan strategi pemasaran digital kita untuk menjangkau dan berinteraksi dengan mereka dengan lebih baik serta menghemat sumber daya dan waktu perusahaan untuk tindakan yang benar-benar penting.
3. Pilih saluran digital yang tepat
Banyak saluran pemasaran digital yang tersedia, termasuk media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), pemasaran email, pemasaran konten, dan banyak lagi. Tentu saja, saat mencari dan memilihnya, perusahaan mungkin akan memeriksa fitur, kesesuaian dengan kebutuhan, dan harga. Namun, dalam hal keberlanjutan, perusahaan dapat menemukan bahwa beberapa saluran lebih berpolusi daripada yang lain. Di bawah ini, dalam paragraf tumpukan pemasaran, kami akan membahas lebih lanjut tentang beberapa solusi pemasaran spesifik yang meminimalkan jejak polutan dan manfaatnya bagi planet ini. Dengan memilih saluran yang etis dan berkelanjutan yang selaras dengan tujuan perusahaan, perusahaan dapat menjangkau audiens target secara efektif dan menciptakan perubahan lingkungan yang positif.
Kunci keberhasilan pemasaran digital adalah konten berkualitas tinggi, bukan hanya membuat konten sebanyak mungkin. Pendekatan “kualitas daripada kuantitas” akan menguntungkan bisnis perusahaan dan planet ini. Itulah sebabnya mengembangkan konten berkualitas tinggi dan relevan yang beresonansi dengan audiens perusahaan dan memberikan nilai sangatlah penting. Setiap pembuatan postingan blog, video, infografis, dan postingan media sosial harus didahului dengan riset yang cermat tentang kebutuhan dan validitasnya. Hal ini juga berlaku untuk konten yang sudah dibuat sebelumnya – jika tidak dibaca sama sekali, pertimbangkan kembali optimasi SEO-nya atau hapus saja dari link perusahaan.
Memiliki banyak artikel memang bagus, tetapi jika tidak dioptimalkan SEO, artikel tersebut seperti membuang-buang waktu dan uang untuk kampanye yang hanya menjangkau perusahaan sendiri. Optimalkan situs web dan konten kita untuk mesin pencari guna meningkatkan visibilitas dan peringkat perusahaan di hasil pencarian. Ini akan membantu mengarahkan lalu lintas organik ke situs web perusahaan dan menarik orang-orang yang mencari apa yang ingin mereka temukan.
Lanskap pemasaran digital terus berkembang. Begitu pula praktik keberlanjutan. Tetap terinformasi tentang tren dan kemajuan terbaru dalam pemasaran digital yang berkelanjutan dan kelompok tertentu untuk memastikan strategi perusahaan tetap relevan dan efektif.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, perusahaan dapat beralih ke strategi pemasaran digital berkelanjutan yang membantu perusahaan kita bisa lebih menonjol di pasar digital dan mencapai tujuan pemasarannya, sekaligus menunjukkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap masa depan generasi mendatang dan planet ini.
Pada era di mana kesadaran lingkungan menjadi semakin penting, kita mencari setiap kemungkinan untuk mengurangi jejak polutan perusahaan. Dalam kasus bisnis di bidang keberlanjutan, kita juga semakin menyadari dampak digitalitas terhadap lingkungan. Perusahaan beralih ke praktik berkelanjutan, memasukkannya ke dalam strategi pemasaran digital mereka. Sebaiknya, tidak hanya merancang dan mengembangkan situs web yang berkelanjutan dan memilih kondisi yang ramah lingkungan untuk situs perusahaan, tetapi juga mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam pemasaran digital perusahaan melalui pemilihan perangkat yang sesuai.
Beralih ke strategi pemasaran digital yang berkelanjutan melibatkan penggunaan perangkat dan platform yang memprioritaskan efisiensi energi dan meminimalkan emisi karbon. Ini dapat mencakup penggunaan perangkat yang menggunakan sumber energi terbarukan, mengurangi konsumsi energi, dan menerapkan strategi untuk mengurangi limbah digital. Perangkat tersebut juga dapat mewakili tindakan yang bertanggung jawab secara sosial (CSR) dengan bergerak menuju pengumpulan data yang etis dan praktik privasi untuk mengurangi dampak lingkungannya.
Dengan mengadopsi strategi pemasaran digital yang berkelanjutan, bisnis tidak hanya mengurangi jejak polutan mereka, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai konsumen yang peduli lingkungan. Pergeseran ini juga dapat menghasilkan penghematan biaya dalam jangka panjang, karena praktik hemat energi dapat menghasilkan biaya operasional yang lebih rendah. Secara keseluruhan, transformasi dalam pemasaran digital ini merupakan langkah ke arah yang tepat menuju lanskap bisnis yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Seberapa pun berkelanjutan produk dan layanan yang kita tawarkan kepada pelanggan, perusahaan tetap dapat mempromosikannya melalui iklan digital menggunakan perangkat yang lebih ramah lingkungan dan praktik berkelanjutan. Iklan digital menawarkan beragam pilihan yang dapat membantu meminimalkan dampak lingkungan. Misalnya, perusahaan dapat memikirkan kembali caranya agar mempromosikan produk dan layanan serta target konsumen yang kita pilih. Ini mencakup, misalnya, merevisi apakah iklan tersebut berfokus pada orang yang tepat atau apakah iklan tersebut muncul padahal mereka sudah membeli suatu barang dan menghasilkan pesan yang tidak perlu.
Lebih lanjut, mengoptimalkan iklan untuk perangkat seluler juga dapat mengurangi dampak lingkungan, karena perangkat seluler umumnya membutuhkan lebih sedikit energi daripada komputer desktop tradisional. Perusahaan juga dapat memeriksa efisiensi energi perangkat dan situs web yang dipilih untuk iklan yang membantu kita mengukur jejak karbon setiap platform periklanan, penerbitan, dan teknologi. Berikut kami uraikan berapa perusahaan yang sudah menerapkan pemasaran berkelanjutan diantaranya
1. IKEA
IKEA merupakan retailer furniture asal Swedia yang sudah menerapkan dan merilis “folkvanlig”, e-bike berbahan ramping, sehingga bisa mengurangi polusi udara perkotaan sejak tahun 2019. Rupanya bahan-bahan kayu yang digunakan untuk pembuatan furniture mereka berasal dari pelestarian hutan. Selain itu, mereka juga memanfaatkan bahan daur ulang dalam pembuatan produknya. Tidak hanya bahan dasarnya saja, rancangan IKEA juga sangat mengedepankan prinsip sustainable living.
2. PT. Sinar Sosro
Meluncurkan program sekolah bersih dan sehat bertajuk Sekolah Sehat Sosro pada tahun 2012. Perusahaan yang peduli terhadap lingkungan alam ternyata bukan berasal dari luar negeri saja, terbukti perusahaan asal Indonesia yaitu PT. Sinar Sosro juga selalu menjaga 3K dan RL (peduli terhadap kualitas, keamanan, kesehatan, serta ramah lingkungan).
Hal tersebut dapat dibuktikan dengan pengupayaan pengelolaan limbah yang tidak menganggu lingkungan seperti ampas teh yang akan menjadi kompos dengan sendirinya selama 1 bulan.
Tidak hanya dari pabriknya saja, kepedulian perusahaan ini terhadap lingkungan juga dapat dilihat dari salah satu program mereka yang bertajuk Sekolah Sehat Sosro.
3. Unilever
Unilever adalah salah satu perusahaan terbesar yang menghasilkan kebutuhan rumah tangga dan berhasil menyerap 3.700 ton sampah organik pada akhir tahun 2020. Hampir sama dengan IKEA, Unilever pun juga sangat mengedepankan sustainability living dengan menciptakan berbagai program di seluruh dunia yang mengajak masyarakat berpartispasi memperbaiki lingkungan alam. Unilever Indonesia juga memiliki banyak program peduli lingkungan hidup yang tidak kalah bagusnya.
Misalnya, pembuatan kamar mandi di seluruh penjuru Indonesia hingga pembuatan program bank sampah yang dimulai sejak tahun 2015 lalu. Program tersebut berhasil menyerap 3.739 ton sampah anorganik, dengan perputaran mata uang sebesar 3,8 miliar rupiah.
4. Panasonic
Pada tahun 2017 lalu, Panasonic menciptakan “Visi Lingkungan Panasonic 2050” sebagai visi jangka panjang untuk penglolaan lingkungan alam yang berkesinambungan dan lestari. Produk elektronik memang dikhawatirkan akan merusak lingkungan alam. Namun, perusahaan ini berusaha untuk menciptakan produk yang ramah lingkungan dengan penggunaan energi seminim mungkin.
Selain itu, mereka juga berusaha untuk mengurangi emisi CO2 yang merupakan salah satu penyebab pemanasan global dengan 4 konsep: menghemat, menciptakan, menyimpan, dan mengelola energi pada produk-produknya.
5. The Body Shop
The Body Shop telah menggunakan carbon based energy untuk took ritel mereka (kondisi ini terdata pada tahun 2020). Perusahaan kosmetik populer ini memang dikenal dengan produknya yang alami dan tidak menggunakan bahan dari hewan.
Beberapa hal yang mereka lakukan untuk mendukung pelestarian alam adalah dengan mengembangkan inovasi sustainable packaging.
6. Apple
Pada tahun 2018 mereka menciptakan daisy, robot pendaur ulang limbah pabrik. Selain itu, Apple Park yang merupakan kantor utama Apple di California menggunakan atap bertenaga matahari untuk penerangan bahkan untuk semua kegiatan operasional di kantor
7. PT Indocement Tunggal Prakarsa
Debu yang dihasilkan dari semen merupakan salah satu masalah yang dapat menyebabkan polusi udara yang akhirnya mengganggu lingkungan. Hal tersebut membuat PT Indocement Tunggal Prakarsa sadar bahwa produknya dapat menjadi salah satu faktor yang bisa merusak lingkungan. Karena upayanya ini, mereka meraih penghargaan “The Best Indonesian Green Awards” tahun 2015 setelah mengurangi emisi debu pabrik . Mereka akhirnya membuat inovasi untuk mengurangi emisi debu dengan cara melakukan penggantian Electrostatic Precipitator (EP) dengan Bag Filter pada Plant 10. Hasilnya, teknologi EP mampu mengurangi rata-rata emisi debu keluar menjadi 53,7 mg/Nm³ dari batas baku mutu emisi (BME) yaitu 70 mg/Nm³.
8. Adidas
Adidas rupanya juga menjadi salah satu perusahaan yang sudah melakukan go green. Mereka berhasil memproduksi 11 juta pasang sepatu dari bahan daur ulang pada tahun 2019. Bahkan, mereka telah merilis sepatu dari bahan plastik sebagai upaya untuk mengurangi limbah plastik yang ada di laut. Mereka mengatakan bahwa pembuatan sepatu dari bahan limbah plastik tersebut berhasil mencegah 2.810 ton plastik mencapai lautan.
9. Nike
Nike juga berhasil membuat produk berkualitas yang dibuat dari bahan-bahan bekas. Hal tersebut membuktikan bahwa brand terkenal tersebut memang peduli dengan lingkungan. Rupanya 75% bahan dasar pembuatan produk-produk Nike ternyata hasil daur ulang sampah-sampah yang tidak terpakai. Rajutan-rajutan yang dapat kamu temui di sepatu Nike tipe Flyknit dan sol sepatu Nike ternyata terbuat dari campuran sampah plastik.
10. Dell
Isu pemanasan global yang membuat keadaan lingkungan alam memburuk membuat salah satu perusahaan komputer terbesar, Dell, tergerak untuk melakukan perubahan. Jika biasanya perusahaan elektronik menciptakan fitur-fitur hemat energi, Dell malah membuat gerakan yang berbeda dari yang lain. Sejak tahun 2020 mereka memilih bahan dasar bambu yang dipercaya lebih ramah kepada lingkungan alam untuk packaging dan perlindungan produk saat pengiriman. Alasan Dell memilih bambu untuk packaging rupanya karena bambu bisa tumbuh dengan cepat, mudah ditemukan, serta kuat dan tahan lama. Tidak hanya itu, mereka juga memanfaatkan sekecil apa pun spare part komputer yang rusak untuk menciptakan produk baru.
11. Starbucks
Starbucks membuat beberapa inovasi untuk mengurangi sampah plastik seperti menggunakan cup dari bahan kertas yang ramah lingkungan dan mudah hancur. Cara-cara ini ternyata tidak membuat Starbucks cukup puas begitu saja, pada tahun 2018 lalu akhirnya mereka menemukan inovasi yang tidak terpikiran sebelumnya. Sippy cup for adult, begitu semua orang menyebut tutup plastik pengganti sedotan plastik yang dapat dipakai berulang kali. Inovasi tersebut rupanya juga disambut baik
Daftar Pustaka
Abdoellah, O. S. (2016). Pembangunan berkelanjutan di Indonesia: Di persimpangan jalan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Alhaddi, H. (2015). Triple Bottom Line and Sustainability: A Literature Review. Business and Management Studies, 1(2), 6-10. Anand, S., & Sen, A. (2000). Human Development and Economic Sustainability. World development, 28(12), 2029-2049
Carvill M., Butler G., Evans G., (2021) “Sustainable Marketing: How to Drive Profits with Purpose”,
Dash, G., Kiefer, K. and Paul, J. (2021). Marketing-to-Millennials: Marketing 4.0, customer satisfaction and purchase intentional. Journal of Business Research, 122(October 2020), pp. 608 – 620. doi: 10.1016/j.jbusres.2020.10.016.
Kotler, P., (2011) “Reinventing Marketing to Manage the Environmental Imperative”. Journal of Marketing, 75(4), 2011, 132-135.
Lee, K. (2008). Opportunities for Green Marketing: Young Consumers. Marketing intelligence & planning.
McDonald, S., & Oates, C. J. (2006). Sustainability: Consumer Perceptions and Marketing Strategies. Business strategy and the environment, 15(3), 157-170.
Meler, M., & Magaš, D. (2014). Sustainable Marketing for Sustainable Development. In Reykjavik 11th International Academic Conference.
Pärssinen M., Kotila M., Cuevas R., Phansalkar A., Manner J., (2018) Environmental impact assessment of online advertising, [in:] “Environmental Impact Assessment Review”, Volume 73, 2018, Pages 177-200Septifani, R.
TENTANG PENULIS
Eka Yuliati SE, M.Si
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya
Merupakan dosen tetap STIESIA sejak tahun 2012. Penulis juga pernah mengikuti Diklat PPJK (Ahli Kepabeanan) dan lulus menjadi Ahli Kepabenan pada tahun 2012 di Widya Bakti Surabaya. Selain itu penulis juga sering melakukan penelitian dan menulis jurnal dari hasil penelitian dalam bentuk luaran publikasi nasional yang terakreditasi.













