Traktor Listrik ITS Cukup Rp200 Jutaan

Siap Garap Lahan Gambut Solusi Cerdas Petani

Haijatim.com, Surabaya – Traktor listrik hasil karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) seharga Rp200 jutaan siap menggarap lahan gambut. Inovasi tersebut merupakan solusi cerdas bagi para petani.

Diketahui lahan gambut sangat luas tersebar di Indonesia. Melalui solusi mekanisasi baru yang sangat efisien dan ramah lingkungan, lahan tersebut bisa diubah menjadi lahan pertanian yang menjanjikan.

Inovasi teknologi tepat guna tersebut sangat pas untuk sektor pertanian lahan basah. Melalui Science Techno Park (STP) Otomotif, kampus ini resmi memperkenalkan inovasi mutakhir berupa traktor perahu elektrik.

Traktor Listrik ITS
Berhasil dilminati instansi pemerintah

Dukung Produktifitas Lahan Gambut
Langkah ini menjadi terobosan penting karena daya dukung produktivitas lahan gambut nasional selama ini tergolong rendah. Rektor ITS, Prof. Dr. (H.C.) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc. Eng., Ph.D., menjelaskan keunggulan desain traktor tersebut.

“Berbeda dengan traktor pada umumnya, kendaraan taktis pertanian ini didesain menyerupai bentuk kapal agar mampu bergerak optimal di atas lahan basah tanpa risiko tenggelam,” ujar Bambang Pramujati pada Selasa (14/7).

Sistem mekanisasi ini menggabungkan prinsip flotasi dan elektrifikasi guna meminimalisir degradasi struktur tanah pertanian. Penggunaan motor penggerak listrik diklaim mampu memangkas biaya operasional harian para petani secara signifikan.

Traktor Listrik ITS
Cukup colok hingga baterai full, siap menggarap 1 hektar lahan gambut

Respon Torsi Instan
Pimpinan tim penelitian inovasi, Prof. Dr. Bambang Sudarmanta, S.T., M.T., menegaskan keunggulan performa kendaraan taktis ini. “Keunggulan lainnya ialah respon torsi yang instan saat gas diaktifkan, sehingga menghasilkan tenaga penuh secara langsung untuk menggemburkan tanah,” tutur Bambang Sudarmanta.

Secara teknis, traktor listrik ITS dirancang khusus untuk mengoptimalkan torsi tinggi guna memenuhi kebutuhan membajak sawah. Kendaraan taktis ini digerakkan oleh motor listrik berdaya 10 kW dengan efisiensi energi yang tinggi.

Dapur pacunya bekerja pada tegangan optimal 72 Volt dan arus 32 Ampere untuk mendukung kerja berat. Sistem energinya dibekali baterai berkapasitas 140 Ah yang mampu bertahan selama 3 hingga 4 jam.

Dalam kondisi baterai penuh, mesin ini diestimasikan mampu membajak lahan pertanian seluas 1 hektare secara mandiri. Petani juga dimudahkan lewat display elektronik yang memantau kondisi baterai dan pengontrol suhu secara real-time.

Inovasi gemilang sektor pertanian ini sekaligus mendukung capaian global Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. (min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *