Haijatim.com, Surabaya – Gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 di Balai Kota Surabaya pada Minggu (4/10/2026) diwarnai keputusan darurat. Panitia nyerah suhu ekstrim di Kota Pahlawan demi keselamatan para peserta.
Kategori Full Marathon resmi dihentikan tepat pada pukul 08.27 WIB akibat lonjakan cuaca panas. Kondisi pagi hari sebenarnya bersahabat saat start dimulai pukul 04.00 WIB. Suhu udara awal tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen.
Namun menjelang siang, indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) melonjak drastis. Indikator WBGT merangkak dari 33-36 derajat hingga sempat menyentuh angka 48 derajat Celsius.
Race Director ISOPLUS Run Series 2026, Safrita Aryana, menegaskan langkah penghentian diambil demi aspek keselamatan. “Bahwa untuk alasan keselamatan, maka pada 08.27 WIB lomba lari kategori maraton dihentikan,” ujar Safrita.
Keputusan tersebut disepakati bersama Running Doctor dr Taufan Rizki Sudjarwadi SpPD serta tim medis. “Merujuk regulasi World Athletics, pada suhu 33 derajat lomba lari harus dihentikan,” tambah Safrita.
Ganti Jalan Kaki Demi Medali
Meski disetop, para pelari tetap diperbolehkan berjalan kaki menuju garis finis. Peserta tetap berhak menerima medali serta jaket finisher karena situasi alam yang tidak memungkinkan.
Dokter Taufan mengingatkan pelari bisa kehilangan cairan hingga satu sampai tiga liter per jam. Gejala dehidrasi seperti kelelahan hebat dan kram otot wajib diwaspadai di sepanjang rute.
Event berskala nasional ini secara keseluruhandiikuti oleh sekitar 11.000 peserta. Kajian LPEP FEB Unair mencatat perputaran ekonomi ajang ini menembus angka Rp74,78 miliar. Penyelenggaraan marathon ini juga berhasil mendongkrak PDRB Kota Surabaya sebesar Rp41,47 miliar. (Dian Novianto)












