Ale-Ale Goes to School 2025 Ajak Remaja Malang

Berani Berekspresi dan Eksplorasi Diri

Haijatim.com, Malang – Ale-Ale, minuman rasa buah populer produksi WINGS Food, kembali menghadirkan program edukatif Ale-Ale Goes to School – Berani Berekspresi, Makin Juara!. Program ini digelar di lima sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Malang.

Melalui kegiatan talkshow edukatif dan kompetisi ekstrakurikuler, Ale-Ale ingin menginspirasi remaja Indonesia agar berani bereksplorasi dan menemukan semangat juara versi diri sendiri.

Remaja dan Tantangan Eksplorasi Diri di Era Digital
Menurut survei OECD/PISA 2022, sekitar 35 persen remaja usia 15 tahun masih bingung menentukan arah karier. Kondisi ini wajar karena remaja sedang berada di tahap pencarian identitas diri.

Di sisi lain, survei Pew Research 2023 menunjukkan 95 persen remaja usia 13–17 tahun memiliki akses ke smartphone. Banyak di antara mereka menghabiskan waktu di YouTube dan TikTok.

Teknologi memang membuka peluang eksplorasi diri, namun penggunaannya secara berlebihan bisa menimbulkan kelelahan digital. Hal ini juga dapat menurunkan fokus belajar para remaja.

“Kami percaya setiap anak punya potensi unik. Sekolah bukan hanya tentang nilai, tapi juga tentang mengenal diri dan menjadi pribadi yang bahagia,” ujar Nancy Christina, Product Manager Ready to Drink Beverages PT Wings Surya.

Melalui program ini, Ale-Ale ingin mendampingi remaja memahami pentingnya mengenal diri dan berproses menuju masa depan yang gemilang.

Ale-Ale Goes to School 2025 Malang
Kenali Superpower Diri
Dalam sesi edukasi Ale-Ale Goes to School, para siswa diajak menemukan “superpower” atau potensi diri. Menurut Ayu Dewanti Putri, M.Psi., Psikolog, setiap individu memiliki kecenderungan minat dan kepribadian berbeda.

Ia menjelaskan enam tipe minat utama:
1. Investigatif – Suka meneliti dan memecahkan masalah. Cocok jadi scientist, programmer, atau AI researcher.
2. Artistik – Imaginatif dan kreatif. Cocok jadi desainer, content creator, atau musisi.
3. Realistik – Suka praktik dan membuat sesuatu. Cocok jadi teknisi, YouTuber DIY, atau operator drone.
4. Sosial – Senang membantu dan berinteraksi. Cocok jadi guru, psikolog, atau relawan.
5. Enterprise – Percaya diri dan energik. Cocok jadi pengusaha, MC, atau aktivis sosial.
6. Konvensional – Teratur dan teliti. Cocok jadi akuntan, admin, atau financial planner.

Selain mengenali minat, Ayu juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan digital (digital balance). Ia mengingatkan siswa untuk mengatur waktu bermain gawai, belajar, dan istirahat agar tetap produktif.

Beberapa tips yang dibagikannya antara lain:
– Atur waktu bermain gawai dan belajar dengan disiplin.
– Pilih konten edukatif dan pastikan sumbernya jelas.
– Jangan mudah percaya informasi tanpa verifikasi.
– Jaga privasi di media sosial.
– Jangan membandingkan diri dengan orang lain.
– Diskusikan hal yang membingungkan dengan guru atau orang tua.

Belajar Tetap Bahagia
Ayu Dewanti menambahkan bahwa sebagian remaja bisa mengalami school burnout atau kelelahan emosional akibat tekanan belajar.

Untuk itu, ia memberikan beberapa tips membentuk pola belajar sehat, seperti:
– Istirahat setelah belajar dengan melakukan kegiatan nonakademik.
– Gunakan teknik Pomodoro, yaitu 25 menit belajar lalu 5 menit istirahat.
– Luangkan waktu untuk me time melalui journaling, olahraga, atau melukis.
– Ceritakan masalah pada teman, guru, atau orang tua agar mendapat dukungan emosional.

Kepala Sekolah SMPN 15 Malang, Suwaiba, mengapresiasi langkah Ale-Ale yang mengajak siswanya berani berekspresi. “Ale-Ale memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenal diri dan belajar jadi remaja yang berani,” ujarnya.

Ale-Ale: Teman Eksplorasi Remaja Indonesia
Sejak hadir pada 2006, Ale-Ale menjadi ikon kesegaran anak muda Indonesia. Saat ini tersedia sembilan varian rasa buah, seperti jeruk, strawberry, anggur, sirsak, markisa, mangga, leci, jambu, dan Cocopandan dari seri Ale-Ale FunFlava.

Ale-Ale terus menghadirkan ultimate freshness yang membangkitkan semangat remaja di setiap momen eksplorasi. Dengan harga terjangkau Rp1.000 per cup, minuman ini mudah ditemukan di toko dan warung sekitar.

Melalui program “Ale-Ale Goes to School – Berani Berekspresi, Makin Juara!”, WINGS Food ingin mendukung generasi muda agar percaya diri dan berani mengeksplorasi potensi diri.

“Pelan-pelan kenali diri, terus eksplorasi. Di situlah perjalanan dimulai. Ale-Ale siap menyegarkan langkahmu!” tutup Nancy Christina.

Kreasi Seru dari Cup Ale-Ale
Dalam kegiatan roadshow, Ale-Ale juga mengajak siswa membuat hiasan kelas dari kemasan cup bekas. Para peserta bebas berkreasi membuat minuman kekinian menggunakan topping seperti popping boba, nata de coco, selasih, dan jelly warna-warni.

Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk berani mencoba hal baru dan menumbuhkan kreativitas. Dengan kesegaran dan inovasi, Ale-Ale menjadi teman terbaik remaja Indonesia dalam mengeksplorasi diri dan meraih masa depan gemilang. (boi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *