Haijatim.com, Surabaya – Tingkat kesejahteraan warga Surabaya bakal meningkat drastis, khususnya bagi yang belum mendapatkan pekerjaan tetap. Pasalnya Green and Smart Mobility (Green SM), layanan mobil taksi listrik VinFast, milik VinGroup asal Vietnam, resmi hadir di Kota Pahlawan. Asyiknya selama menjadi pengemudi taksi online Green SM, mobil listriknya bebas cas alias gratis di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) khusus V-Green.
Demikian mobilitas perkotaan di Surabaya memasuki babak baru yang lebih hijau dan modern. Layanan taksi ini seluruhnya menggunakan kendaraan listrik VinFast berwarna cyan, menawarkan perjalanan senyap, bebas emisi, dan ramah lingkungan. Kehadiran Green SM diharapkan menjadi solusi atas masalah polusi dan kemacetan di Surabaya.

Bebas Biaya Cas di Banyak Lokasi
Sales & Network Director VinFast Automobile Indonesia, Davy J. Tulian, di tempat terpisah menyebutkan VinFast berencana membangun 100.000 SPKLU di Indonesia dalam tiga tahun ke depan, bekerja sama dengan V-Green dan Prime Group
Pembangunan ini bertujuan untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia dan akan dimulai pada Januari 2025, dengan investasi yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,4 triliun. Target ini merupakan bagian dari strategi VinFast untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif di Tanah Air.
Menariknya para pengemudi mobil VinFast tak akan diberlakukan biaya pengecasan. Apapun jenis model VinFast dipersilahkan mampir ke V-Green. “Siapa saja yang mengemudikan mobil listrik VinFast bebas biaya pengecasan di SPKLU V-Green secara gratis,” ungkap Davy J. Tulian saat meresmikan diler VinFast di Kertajaya, Surabaya.
Dengan biaya cas gratis di V-Green, sangat wajar biaya operasional yang dikeluarkan pengemudi taksi Green SM bisa ditekan. Bahkan perusahaan taksi itu memberikan gambaran jika pengemudi rajin, bertanggung jawab dan komitmen memberikan layanan terbaik kepada konsumen, minimal bisa membawa uang Rp8 juta perbulan untuk keluarganya.

Penanaman Modal Asing
Sementara itu, peluncuran Green SM dihadiri oleh pejabat pemerintah kota, termasuk Agus Imam Sonhaji, S.T., M.M.T., Staf Ahli Wali Kota Surabaya. Turut hadir pula Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Trio Wahyu Bowo, Ketua Kadin Surabaya H.M. Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti, serta perwakilan TNI dan Polri.
Menurut Trio Wahyu Bowo, izin operasional Green SM diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan karena termasuk investasi Penanaman Modal Asing (PMA). “Izin operasi taksinya dari Kemenhub, karena ini penanaman modal asing,” ujar Trio saat peluncuran taksi ramah lingkungan.
Trio menambahkan, sementara ini terdapat sekitar 300 unit taksi listrik yang siap beroperasi di Surabaya. Namun, jumlah itu akan meningkat setelah seluruh proses perizinan rampung dalam waktu dekat. Lebih dari 350 tenaga kerja baru telah direkrut untuk mendukung operasional Green SM. Sebagian besar di antaranya adalah warga ber-KTP Surabaya. “Kami menyambut baik investasi ini, karena yang pertama tenaga kerjanya pasti terserap, terutama warga Surabaya,” tegas Trio.
Green SM juga diwajibkan memenuhi beberapa regulasi daerah. Salah satunya adalah penyediaan pool taksi di kawasan park and ride milik Pemerintah Kota Surabaya. “Perusahaan diperbolehkan menyewa atau memiliki pool sendiri untuk mendukung kegiatan operasional,” jelas Trio.
Membuka Lapangan Kerja
Selain membuka lapangan kerja, kehadiran Green SM turut mempercepat pembangunan infrastruktur kendaraan listrik. Perusahaan akan bekerja sama dengan Pemkot Surabaya membangun SPKLU. Fasilitas ini nantinya bisa digunakan masyarakat umum di Taman Surya dan Siola.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menyebut ekspansi ke Surabaya mencerminkan komitmen perusahaan terhadap mobilitas hijau di Indonesia. “Kami ingin menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya nyaman, tapi juga berkontribusi bagi lingkungan,” ujarnya.
Green SM sebelumnya telah sukses beroperasi di Jakarta, Makassar, dan Bekasi. Kini, ekspansi ke Surabaya menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan taksi listrik nasional. Dengan lebih dari 3,8 juta kendaraan terdaftar di Surabaya pada 2024, kebutuhan solusi transportasi bersih semakin mendesak.
Kehadiran Green SM diharapkan membawa perubahan nyata bagi udara dan kualitas hidup warga kota. Green SM bukan hanya menawarkan perjalanan bebas polusi, tapi juga peluang kerja bagi masyarakat Surabaya yang ingin berperan dalam masa depan mobilitas berkelanjutan. (von)













