Haijatim.com, Surabaya – Upaya mendorong transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan berbagai pihak. Kali ini, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya kembali menggelar kegiatan pemberdayaan UMKM bertajuk ‘Transformasi Digital UMKM melalui Google Business sebagai Upaya Pencapaian Business Sustainability di RW 01 dan RW 05 Kelurahan Kedung Baruk, Surabaya’.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dan masyarakat di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Permasalahan tersebut terbagi dalam dua kelompok besar, yakni UMKM yang produktif secara ekonomi dan kelompok masyarakat yang belum produktif secara ekonomi.
“Fokus kami adalah meningkatkan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital bagi UMKM, sekaligus mendorong akses layanan sosial, kesehatan, pendidikan, dan keamanan bagi masyarakat yang belum produktif,” ujar Dr. (Cand) Novianto Eko Nugroho, S.E., M.PSDM, Ketua Tim PKM STIESIA Surabaya.
Potensi Besar UMKM RW 01 Kedung Baruk
Pelaku UMKM di RW 01 Kelurahan Kedung Baruk dikenal memiliki potensi besar dengan ragam usaha yang mencakup sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga industri rumahan berbasis limbah lokal. Salah satu yang menonjol adalah pemanfaatan mangrove menjadi produk bernilai jual seperti sabun, sirup, tepung, dan keripik.
Produk-produk tersebut dinilai memiliki kualitas dan kreativitas tinggi, mencerminkan kekuatan potensi lokal. Namun demikian, keterbatasan akses pasar dan minimnya pemahaman teknologi digital masih menjadi tantangan utama bagi sebagian besar pelaku UMKM di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil survei lapangan dan wawancara, mayoritas UMKM masih mengandalkan metode pemasaran konvensional seperti penjualan langsung, promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), dan penggunaan spanduk. Pemanfaatan platform digital, termasuk Google Business Profile, masih sangat terbatas.
Workshop Google Business dan Digital Marketing
Sebagai solusi, Tim PKM STIESIA merancang kegiatan berupa workshop tatap muka yang terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama difokuskan pada pemanfaatan Google Business Profile untuk meningkatkan visibilitas usaha secara digital, termasuk pengelolaan profil bisnis, integrasi peta, serta pengelolaan ulasan pelanggan.
Sesi kedua membahas strategi digital marketing untuk UMKM, mulai dari pemanfaatan media sosial, platform e-commerce, pembuatan konten kreatif, hingga penyusunan rencana pemasaran daring yang relevan dengan karakter produk lokal.
“Kami ingin UMKM tidak hanya hadir secara digital, tetapi juga mampu mengelola dan mengoptimalkan kehadiran tersebut untuk meningkatkan penjualan dan daya saing,” jelas Dr. Dian Arini, SP., MM, narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Dorong Business Sustainability UMKM
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelatihan. Setelah workshop, tim akan melanjutkan dengan pendampingan, monitoring, dan evaluasi untuk memastikan implementasi Google Business dan strategi digital marketing berjalan efektif dan berkelanjutan.
Menurut Novianto, keberlanjutan usaha atau *business sustainability* menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan di era digital.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk menekankan pentingnya *business sustainability* bagi pelaku UMKM. Melalui pemanfaatan fitur Google Business, para pelaku usaha diharapkan mampu menjaga keberlanjutan bisnis, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses pasar di era digital,” tuturnya.
Pelaksanaan dan Peserta Kegiatan
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada:
* Hari/Tanggal: Jumat, 19 Desember 2025
* Waktu: 18.00 – 21.00 WIB
* Tempat: Pendopo Kelurahan Kedung Baruk
* Peserta: 17 pelaku UMKM RW 01 Kelurahan Kedung Baruk bidang kuliner
Tim pelaksana PKM terdiri dari Dr. (Cand) Novianto Eko Nugroho, S.E., M.PSDM sebagai ketua, dengan anggota Dr. Djawoto, S.E., M.M, Anton Eko Yulianto, S.E., M.M, dan Dr. Dian Arini, SP., MM, serta didukung mahasiswa Fando Aji Nugroho dan Nala Puspa Sena A.
Publikasi dan Dampak Berkelanjutan
Sebagai bagian dari luaran kegiatan, seluruh rangkaian pelatihan dan hasil praktik peserta akan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui jurnal pengabdian masyarakat serta media lokal. Langkah ini diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan dan menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis digital di wilayah lain.
Dengan optimalisasi Google Business Profile dan strategi pemasaran digital, UMKM di Kelurahan Kedung Baruk diharapkan mampu meningkatkan visibilitas usaha, memperluas jangkauan pasar, serta tumbuh berkelanjutan di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat. (ton)










