Haijatim.com, Surabaya – Menjelang periode puncak Idul Fitri 1447 H, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal kelancaran arus logistik nasional. Melalui serangkaian langkah antisipatif, anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini memastikan layanan bongkar muat tetap prima di tengah potensi lonjakan trafik.
Optimalisasi Teknologi dan Alat Baru
Fokus utama TPS tahun ini adalah percepatan proses sandar dan bongkar muat melalui penerapan Berth Allocation Strategy. Strategi ini didukung oleh Integrated Planning and Control (PnC) sebagai otak koordinasi operasional di lapangan.
Tak hanya sistem, kesiapan alat menjadi krusial. TPS telah mensiagakan armada alat bongkar muat, termasuk pengoperasian unit E-RTG (Electrified Rubber Tyred Gantry) baru yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.
Mitigasi Lonjakan Yard Occupancy Ratio (YOR)
Hingga saat ini, kondisi keterisian lapangan penumpukan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) di TPS masih berada di level aman, yakni rata-rata 50,7% (Impor 47,86% dan Ekspor 53,61%).
Untuk mengantisipasi penumpukan, TPS telah menyiapkan:
– Flexible Block & Buffer Block: Pengaturan lapangan yang dinamis.
– Area Tambahan: Pemanfaatan blok W1–W4 dan area railway.
– Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP): Bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo mitra untuk mempercepat pengosongan lapangan jika terjadi kepadatan.
Komitmen Layanan 24/7
Senior Vice President Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci menghadapi masa peak season ini. “Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman, dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujar Didik.
Sinergi Lintas Stakeholder
Demi menjamin keamanan dan kelancaran, TPS memperkuat sinergi dengan Bea Cukai, Karantina, Kepolisian, serta pelaku usaha logistik. Penguatan SDM dan pengawasan ketat terhadap standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) juga menjadi prioritas guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja selama periode Lebaran.
Dengan kesiapan infrastruktur dan sistem yang terukur, TPS berkomitmen menjaga gerbang logistik Jawa Timur tetap beroperasi secara responsif, memastikan kebutuhan masyarakat selama Idul Fitri terpenuhi tanpa kendala distribusi. (boi)







