Haijatim.com, Jakarta – Pelaksanaan mudik Lebaran 2026 membawa kabar baik bagi keselamatan transportasi nasional. Data terbaru menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya yang berakibat fatal, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi bukti efektivitas kolaborasi lintas sektoral dalam mengawal pergerakan jutaan pemudik, terutama strategi apa saja yang diterapkan Jasa Raharja.
Berdasarkan data yang dihimpun selama 12 hari masa siaga Angkutan Lebaran, tercatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 228 orang. Angka ini merosot tajam sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 318 korban jiwa. Kabar bahwa fatalitas turun saat musim mudik kali ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah merayakan Idulfitri.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa fokus utama institusinya adalah menekan tingkat keparahan korban kecelakaan. “Dapat kami sampaikan, terjadi peristiwa fatalitas yang turun 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Awaluddin dalam konferensi pers di Bekasi.
Langkah Strategis Jasa Raharja
Keberhasilan Jasa Raharja dalam mewujudkan angka fatalitas turun saat musim mudik tidak lepas dari serangkaian langkah strategis yang terintegrasi sejak masa pra-mudik. Berikut adalah langkah-langkah kunci yang diterapkan:
1. Pemeriksaan Teknis (Ramp Check): Jasa Raharja bersama instansi terkait melakukan inspeksi rutin terhadap armada transportasi umum, seperti bus, untuk memastikan kelayakan jalan, mulai dari fungsi rem hingga lampu.
2. Pengawalan Titik Rawan: Bersama pemangku kepentingan daerah, tim diterjunkan untuk memantau lebih dari 1.700 titik rawan kecelakaan di seluruh jalur lintasan mudik guna memberikan edukasi langsung kepada pengemudi.
3. Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter): Tersedianya 25 Posyanter yang berfungsi sebagai titik istirahat, pusat informasi kemacetan, hingga layanan pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi untuk mencegah kelelahan berlebih.
4. Digitalisasi Layanan: Melalui sistem Zero Pending Claim, Jasa Raharja mempercepat proses santunan secara transparan. Per Selasa (24/3), santunan sebesar Rp11,2 miliar telah diserahkan kepada 224 keluarga korban meninggal dunia.
Waspada Kelelahan Mengemudi
Meskipun angka fatalitas turun saat musim mudik, Awaluddin tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap fatigue driving atau kelelahan saat mengemudi, terutama bagi pengguna roda dua yang masih mendominasi angka kecelakaan. Jasa Raharja terus mendorong pemudik untuk beralih ke moda transportasi umum yang lebih aman melalui berbagai program mudik gratis.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah seperti work from anywhere (WFA) dan disiplin masyarakat di jalan, diharapkan tren penurunan angka kecelakaan ini dapat terus berlanjut hingga akhir masa arus balik pada 29 Maret mendatang. (dia)













