Peduli Korban Banjir Rob Batang, Bank Indonesia Ganti Uang Rusak Miliaran Rupiah

Tergantikan Rp1,51 Miliar

Haijatim.com, Tegal – Peduli korban banjir rob di Batang, Jawa Tengah, Bank Indonesia memberikan pergantian uang rusak hingga miliaran Rupiah. Jumlah yang tergantikan sebanyak Rp1,51 miliar.

Demikian Bank Indonesia menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat yang tertimpa musibah. Bank sentral ini membantu korban banjir rob asal Batang yang mengalami kerusakan uang tunai miliaran rupiah.

Langkah nyata ini menjadi bukti kehadiran negara dalam menjaga nilai kekayaan warga. Penukaran uang tunai tersebut dilayani langsung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal.

Persyaratan Pergantian Uang Yang Rusak
Masyarakat perlu memahami bahwa terdapat persyaratan pergantian uang yang rusak secara resmi. Ketentuan ketat ini wajib dipenuhi agar proses penukaran berjalan lancar.

Uang milik Ida Murlija, warga Desa Proyonanggan Utara, Batang, rusak parah terendam rob. Koper penyimpanan uang miliknya terendam air laut sejak Februari lalu.

Dana tersebut merupakan hasil penjualan tanah untuk biaya kuliah anaknya di kedokteran. Kondisi fisik uang dipenuhi kerak lumpur dan saling menempel saat koper dibuka.

“Saya sempat panik melihat kondisinya. Untung ada kenalan dari bank yang menyarankan dibawa ke Bank Indonesia,” ujar Ida Murlija.

Teliti Keaslian Uang Satu Persatu
Petugas bank sentral memeriksa dengan teliti setiap lembar uang pecahan tersebut. Penelitian ini krusial untuk memastikan keaslian serta menentukan nilai penggantiannya.

“Kami meneliti setiap lembar uang untuk memastikan keaslian dan menentukan nilai penggantian,” jelas Kepala KPw BI Tegal, Bimala.

Dari total ajuan Rp 1,54 miliar, BI mengganti sebesar Rp 1,51 miliar. Sisa uang tidak diganti karena kondisinya melewati batas fisik minimal.

Bimala menegaskan penggantian hanya diberikan jika fisik uang tersisa lebih dari dua pertiga. Ciri keaslian uang juga harus tetap dapat dikenali petugas.

Kini Ida telah menerima uang rupiah layak edar sebagai pengganti. Sosialisasi aturan penukaran ini diharapkan semakin meningkatkan pemahaman rupiah di masyarakat. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *