Faktor Pendorong Mahasiswa S1 – Akuntansi Berminat Melanjutkan ke PPAk

Haijatim.com, Surabaya – Pada jenjang pendidikan tingkat tinggi umumnya lembaga pendidikan bidang Akuntansi menawarkan beberapa program studi, salah satunya adalah S1-Akuntansi yang ditempuh dengan masa studi empat tahun dengan gelar S.Ak. Fokus pembelajaran pada jenjang ini adalah pada teori dan konsep secara mendalam seperti tentang konsep keuangan, pengauditan, etika profesi hingga berpikir secara kritis. Sebelumnya lulusan S1-Akuntansi dari perguruan tinggi tertentu bisa lagsung mendapatkan gelar Ak (Akuntan) dan Register Negara dari Kementerian Keuangan, namun dalam perjalanannya pemerintah resmi menghentikan pemberian gelar tersebut secara otomatis. Oleh karena itu, diterbitkannya peraturan bahwa untuk mendapatkan gelar resmi profesi Akuntan (Ak) maka lulusan Sarjana Akuntansi (S.Ak) harus menempuh jenjang pendidikan tambahan selama satu tahun yaitu Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) agar dapat mengikuti Ujian Sertifikasi Chartered Accountant (CA) dengan memenuhi syarat pengalamana kerja.

Profesi akuntan memiliki pengertian seluruh bidang akuntansi yang menggunakan keahlian baik sebagai akuntan publik, akuntan internal, akuntan pemerintahan maupun akuntan pendidik. Sedangkan wilayah pekerjaan meliputi pemeriksaan, pembukuan, perpajakan maupun konsultan manajemen. Mahasiswa akuntansi yang ingin berprofesi sebagai auditor tentunya mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti studi lanjutan PPAk. Saat mereka telah selesai menempuh pendidikan tersebut diharapkan menjadi akuntan yang memiliki daya saing yang kompeten dibidangnya. Gelar profesi akuntan akan memberikan manfaat bagi mereka dalam meningkatkan pengetahuan ilmu akuntansi khususnya saat mereka memilih karir sebagai auditor yang tentunya didukung dengan pengalaman-pengalaman kerja sehingga akuntan masa depan tidak hanya mahir secara teknis namun juga secara profesional.

Keinginan mereka untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi khususnya di tingkat Pendidikan Profesi Akuntansi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong atau menyebabkan berminat melanjutkan pendidikan tersebut, salah satunya yaitu motivasi. Motivasi menurut KBBI adalah sebuah dorongan yang ada pada seseorang, sadar ataupun tidak sadar dalam upaya melaksanakan sebuah tindakan dengan maksud tertentu. Dorongan itulah yang menyebabkan seseorang menggerakkan hatinya untuk berperilaku mencapai suatu tujuan. Tinggi rendahnya motivasi dapat muncul dari diri seseorang karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal misalnya karena adanya harapan akan keberhasilan atas bidang yang ditekuninya. Faktor eksternal misalnya karena adanya outcome atau reward yang akan diterimanya jika ia mampu mencapai target tertentu.

Telah banyak penelitian untuk menguji keterkaitan motivasi mahasiswa untuk mengikuti PPAk. Munculnya motivasi atau dorongan yang ada dalam diri mahasiswa dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal karena adanya keinginan atau harapan untuk menjadi lebih dari sebelumnya dan menemukan jati dirinya dalam hal karir. Faktor eksternal misalnya karena dipengaruhi oleh adanya motivasi yang diberikan pendidik saat perkuliahan berlangsung atau citra yang baik dari akuntan pendidik yang menjadikannya sebagai teladan dalam berkarir. Berbagai literasi menyebutkan bahwa motivasi atau dorongan mereka mengikuti pendidikan lanjutan karena adanya pengaruh dari beberapa faktor, misalnya untuk meningkatkan kualitas diri (motivasi kualitas), untuk meningkatkan jenjang karir (motivasi karir), untuk meningkatkan taraf ekonomi (motivasi ekonomi).

Motivasi kualitas adalah dorongan yang muncul dari dalam diri seorang mahasiswa dalam upaya guna meningkatkan kualitas dirinya dan menjadi ahli di bidang yang ditekuninya. Motivasi ini tidak berdiri sendiri, namun ada dukungan oleh aktivitas yang terstruktur dan adanya keterlibatan secara emosional sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan kebutuhan hingga tercapainya kualitas yang memenuhi standar. Para peneliti berhasil melakukan uji terhadap pengaruhnya motivasi kualitas terhadap minatnya mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya memiliki pengaruh yang besar. Artinya, jika mereka terdorong untuk mengikuti PPAk karena termotivasi untuk meningkatkan sumber daya dalam dirinya atau meningkatkan standar mutu dalam diri sehingga mampu mengembangkan diri dan menghasilkan kinerja yang unggul.

Tentu sangat menguntungkan bagi organisasi akuntan jika seluruh akuntan memiliki motivasi kualitas yang tinggi. Dorongan yang kuat untuk meningkatkan kualitas diri mendorongnya untuk terus belajar dan menjaga etika profesi. Tingginya kualitas diri akuntan menunjukkan semakin kompetennya dalam berprofesi sehingga akan mempengaruhi kinerjanya dalam hal audit. Ketika kompeten ada pada diri seorang auditor tentunya akan menghasilkan laporan keungan yang lebih akurat. Saat laporan keuangan akurat, tentunya akan meningkatkan kepercayaan klien atau tempatnya bekerja serta kepercayaan publik baik kepercayaan terhadap auditor maupun organisasinya.

Motivasi karir menjadi salah satu faktor pendorong mahasiswa berminat untuk melanjutkan ke jenjang Pendidikan Profesi Akuntansi. Karir adalah kedudukan seseorang dalam suatu jabatan di perusahaan dimana ia melakukan rutinitas sesuai dengan tugas, taggung jawab serta wewenangnya sesuai dengan kesepakatan resmi secara tertulis. Karir merupakan capaian seseorang setelah berkarya atau mengemban tugasnya di suatu bidang tertentu yang menunjukkan kemapanan atas prestasi yang diraihnya dalam waktu tertentu. Jenjang karir dalam audit terdiri dari beberapa tingkatan, dimulai dengan auditor junior, auditor senior, asisten manager, manajer audit, hingga partner audit.

Para peneliti telah melakukan penelitian hubungan antara motivasi karir dengan minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang cukup besar antara motivasi karir dengan minat mahasiswa akuntansi untuk mengikuti PPAk. Bila dikaitkan dengan tingkatan-tingkatan dalam profesi audit, hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang sudah memiliki ketertarikan dalam audit telah mempersiapkan diri untuk mencapai jenjang karir yang tidak hanya sebagai auditor junior. Selain itu mereka berkeyakinan setelah menyelesaikan PPAk maka peluang kerja akan lebih luas dan mendapatkan pengakuan profesional sehingga dapat menjadi perantara dalam bernegosiasi imbalan kerja yang tinggi.

Motivasi ekonomi menjadi faktor ketiga yang mendorong mahasiswa berminat mengikuti PPAk. Ekonomi yang dimaksud disini adalah balas jasa secara finansial yang menunjukkan cara perusahaan memberikan imbalan atas kinerja para karyawannya. Besar kecilnya imbalan ini pun sangat beragam dan tidak bisa disama-ratakan antar perusahaan, banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya balas jasa finansial. Motivasi ekonomi dan minat mengikuti PPAk menunjukkan bahwa mahasiswa berasumsi jika dapat meningkatkan keahlian dalam dirinya maka dapat meningkatkan besaran imbalan yang akan diterima. Hal ini berarti dengan memiliki gelar profesi akuntan harapan yang muncul adanya peningkatan dalam kesejahteraan finansial.

Namun beberapa hasil penelitian menghasilkan temuan yang berbanding terbalik yaitu tidak memiliki pengaruh. Artinya bahwa mahasiswa lebih pada proses pengembangan kemampuan diri dan tidak termotivasi untuk mencapai atau mendapatkan kesejahteraan finansial. Apapun motivasi yang membuat seseorang mengambil keputusan dalam memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kunci utama yang harus dipegang oleh masing-masing individu adalah langkah tersebut harus dilakukan dengan kesungguhan dan bertanggungjawab serta diiringi dengan niat yang baik sehingga memberikan dampak yang positif bagi diri sendiri maupun untuk masyarakat sekitar.

Daftar Pustaka:
Amelia, Putri dan Septika, N. T. 2025. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Belajar Akuntansi Pada Mahasiswa Universitas Teknologi Digital Angkatan Tahun 2022. JIMAWA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa), Vol. 5, No., 1, Maret – Juni, hal. 39 – 47.
Baiturrahman, M. dkk. 2021. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) (Studi Pada Mahasiswa Akuntansi FEB Universitas Islam Malang Angkatan 2016-2017). E-JRA Vol. 10, No. 4, Agustus.

Penulis:
Emi Kusmaeni, S.E., M.Ak. adalah
– Dosen tetap STIESIA Surabaya pada Program Studi D3 – Akuntansi sejak tahun 2010.
– Selain mengajar beliau juga aktif dalam kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *