Haijatim.com, Surabaya – Kota Pahlawan siap menjadi pusat perhatian para pecinta kuliner dan pelaku usaha hospitality. Pameran Nusantara Food & Hotel Expo 2026 Surabaya perdana hadir di Jawa Timur setelah sukses di Tangerang.
Gelaran bergengsi ini berlangsung pada 17 hingga 20 September 2026. Acara berlokasi di Grand City Convex Surabaya dan terbuka gratis untuk masyarakat umum.
Ratusan brand unggulan hadir memamerkan produk food & beverage serta peralatan hotel modern. Kehadiran ajang ini disambut antusias oleh para pengusaha kuliner kawasan Jawa Timur.
Ketua Umum APKRINDO DPD Jawa Timur, Ferry Setiawan, menyambut positif ruang pertemuan bisnis tersebut. “Adanya event ini membuat semua pihak dalam industri saling terhubung,” ujar Ferry Setiawan.
Ia menjelaskan bahwa pameran ini menjadi wadah memperluas jaringan bisnis. Sektor gastronomi lokal turut menjadi sorotan utama sepanjang acara pameran.

Inovasi dan Kolaborasi Bahan Lokal
Perwakilan ACP Surabaya, Chef Apriana Savitri, menekankan pentingnya kolaborasi bahan lokal dan industri modern. “NFH Expo dapat menjadi jembatan antara kekayaan gastronomi Nusantara dengan perkembangan industri food dan hospitality,” jelas Chef Apriana.
Menurutnya, pameran membantu pelaku usaha mengenal potensi bahan lokal secara mendalam. Dukungan teknologi dapur komersial melengkapi kebutuhan operasional bisnis kuliner masa kini.
Sales Supervisor GEA GETRA Surabaya, Kim Fang, menjelaskan peran vital teknologi dapur modern. “Di balik setiap hidangan lezat, terdapat infrastruktur dapur komersial serta sistem pendingin pendukung,” kata Kim Fang.
Ia menambahkan bahwa konsistensi rasa dan kesegaran bahan baku menjadi kunci persaingan bisnis.
Peluang Baru Industri Kuliner
Pengunjung dapat menyaksikan langsung demonstrasi produk dan inovasi peralatan dapur canggih. Berbagai brand ternama hadir membawa solusi terbaik untuk kafe, restoran, hingga hotel.
Beberapa di antaranya Lee Kum Kee, Fomac & Powerpack, Dawa Minuman Rempah, dan The Biji Kopi. Pengunjung juga bisa berdiskusi langsung dengan para pakar bisnis kuliner.
Agenda ini menjadi momentum tepat bagi masyarakat menjelajahi tren kuliner masa depan. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperluas wawasan dan menikmati dinamika gastronomi Indonesia. (Dian Novianto)






