Haijatim.com, Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menegaskan komitmen pelestarian ekosistem pesisir. Anak usaha Pelindo Group ini secara konsisten melakukan pembibitan dan penanaman mangrove di lingkungan pelabuhan.
Langkah ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). TPS menggandeng Kelompok Petani Mangrove Penggerak Konservasi Mandiri Lestari Sontoh Laut Surabaya.
Sebanyak 15.000 bibit mangrove kini sedang dibudidayakan. Ribuan bibit tersebut siap ditanam delapan bulan mendatang untuk rehabilitasi pesisir.
Kawasan mangrove TPS memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Berdasarkan pengukuran Cempaka Foundation, kondisi vegetasinya tergolong baik dan padat.

Penyerap Karbon Alami
Selain habitat flora dan fauna, mangrove ini menjadi penyerap karbon alami. Kapasitas penyerapan mencapai 623,11 ton karbon per hektare.
Nilai tersebut setara 2.286,8 ton CO₂ per hektare. Angka ini sebanding dengan emisi operasional 180 hingga 200 truk kontainer harian. TPS konsisten pelestarian lingkungan melalui strategi dekarbonisasi terintegrasi.
“TPS berkomitmen menghadirkan operasional pelabuhan yang hijau dan berkelanjutan,” kata Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi.
Erika menjelaskan bahwa elektrifikasi alat bongkar muat dan konservasi mangrove saling mendukung. Keduanya efektif menekan emisi karbon pelabuhan secara berkelanjutan.
“Program pembibitan 15.000 mangrove merupakan investasi lingkungan dan sosial jangka panjang,” ujar Erika.
Bibit mangrove siap disalurkan ke berbagai pihak setelah delapan bulan. Distribusi ini bertujuan memperluas kawasan rehabilitasi pesisir Surabaya.
Program ini memicu dampak ekonomi bagi warga pesisir. Petani mangrove terlibat langsung dari pembibitan hingga perawatan bibit.
Masyarakat memperoleh sumber pendapatan alternatif secara berkesinambungan. Penanaman mangrove turut melindungi pantai dari bahaya abrasi dan erosi.

Manfaat Ekologis Generasi Masa Depan
Kualitas udara dan habitat biota laut ikut meningkat drastis. Ekosistem yang terjaga memberi manfaat ekologis bagi generasi masa depan.
Keberhasilan program tidak sekadar diukur dari jumlah bibit. Manfaat nyata bagi lingkungan dan warga menjadi prioritas utama.
TPS terus memperkuat kolaborasi multipihak demi menjaga pesisir. Langkah nyata ini mewujudkan kawasan pelabuhan yang hijau dan ramah lingkungan. (Dian Novianto)






