Marak Penyadapan Pakar ITS Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Cegah Kebocoran Data Sensitif

NEWS127 views

Haijatim.com, Surabaya – Di tengah maraknya penyadapan yang menimpa para pelaku politik nasional, pakar ITS mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan digital. Hal ini demi mencegah kebocoran data sensitif.

Diakui isu penyadapan politik nasional tengah memanas dan menjadi perbincangan publik. Menanggapi fenomena ini, pakar ITS menekankan kewaspadaan. Langkah tersebut penting guna mencegah kebocoran data sensitif masyarakat maupun pelaku IT.

Demikian pakar Program Studi Teknik Telekomunikasi ITS, Dr. Ir. Wirawan DEA, membeberkan mekanisme penyadapan digital. Menurutnya, proses penyadapan tidak selalu membutuhkan akses langsung ke perangkat korban.

“Informasi itu bisa disalin, sementara informasi aslinya tetap ada,” jelas Wirawan mendalam.

Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi
Penyadapan dapat terjadi langsung melalui infrastruktur jaringan telekomunikasi tanpa disadari. Pihak penyadap menyalin seluruh data informasi target dengan sangat cepat.

Perkembangan teknologi modern bahkan melahirkan metode serangan zero-click yang sangat berbahaya. Pengguna gawai tidak perlu mengeklik tautan apa pun agar peretasan terjadi.

“Sekarang teknologinya sudah zero-click, penggunanya tidak melakukan apa-apa, tapi itu sudah bisa dilakukan,” ungkapnya mengingatkan.

Marak Penyadapan Pakar ITS Imbau Tingkatkan Kewaspadaan
Pakar Program Studi Teknik Telekomunikasi ITS, Dr. Ir. Wirawan DEA

Sulit Deteksi Perubahan Fisik Gawai
Kondisi ini membuat korban sulit mendeteksi perubahan fisik pada gawai mereka. Penyadapan jaringan pusat telekomunikasi sering kali tidak meninggalkan jejak sama sekali.

“Setahu saya sulit untuk mengenali perubahan yang terjadi pada gawai,” tutur Wirawan.

Selain penyadapan, masyarakat wajib membedakan aksi pengambilalihan akun dan penyamaran identitas. Serangan cyber tersebut umumnya bertujuan melakukan penipuan finansial kepada korban. Untuk itu kenali penyadapan gawai agar terhindar dari risiko kerugian digital.

Langkah penanganan dugaan penyadapan harus disesuaikan dengan titik perangkat yang terkompromi. Pembersihan sistem operasi hingga penggantian kartu SIM menjadi pilihan tindakan preventif.

Update Otomatis
“Salah satu upaya preventif-nya bisa dengan mengaktifkan update otomatis pada sistem perangkat seluler,” tekannya mengimbau.

Masyarakat juga dilarang sembarangan menghubungkan gawai ke jaringan Wi-Fi publik. Jaringan palsu sering dimanfaatkan peretas untuk mencuri data pribadi pengguna.

“Pastikan dulu kepada pengelola tempat apakah jaringan Wi-Fi tersebut benar-benar milik mereka,” pesannya.

Kesadaran keamanan digital mendukung pencapaian SDGs poin ke-9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Masyarakat dan pelaku IT diimbau selalu bijak menjaga kerahasiaan data pribadi. (Dian Novianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *