Haijatim.com, Manokwari – Mesin pengering padi Inovatif TEP dari ITS terbukti ramah beragam cuaca. Dimana hal ini membantu petani Manokwari Selatan.
Diketahui kawasan transmigrasi Distrik Oransbari memiliki potensi lahan pertanian luas seluas satu hingga tiga hektare. Namun, Tim Ekspedisi Patriot ITS menemukan kendala cuaca yang menghambat proses pengeringan gabah.
Penjemuran konvensional saat cerah memakan waktu lima hari, bahkan hingga dua minggu saat hujan. “Petani harus mengawasi gabah dan menutupnya dengan terpal saat hujan,” terang Ketua TEP 12 ITS, Ir Joko Susila MT.
Untuk mengatasi hal tersebut, Mesin Pengering Padi Inovatif TEP ITS hadir memberikan solusi efisiensi pascapanen. Teknologi tepat guna ini memperluas akses petani terhadap sistem pengeringan yang lebih terkendali.

Gabah Kering 1,4 Ton 8-10 Jam
Uji coba awal berhasil mengeringkan 1,4 ton gabah dalam durasi waktu hanya delapan hingga sepuluh jam saja. “Petani hemat biaya tenaga kerja dua sampai tiga orang setiap harinya,” ujar Jola menambahkan.
Alat berukuran 3,5 kali 4 meter ini memanfaatkan pembakaran campuran sekam, kayu bakar, serta limbah gergaji. Pemanasan optimal tersebut memastikan panas bertahan lebih lama untuk mengeringkan gabah secara merata.
Instrumen pengukur kadar air juga disematkan guna memastikan kelembaban gabah sesuai standar sebelum digiling. Tim ITS turut memberikan pelatihan teknis bagi perwakilan kelompok tani di BUMDes Margorukun.
Pengelolaan seluruh fasilitas inovatif ini nantinya akan diserahkan langsung kepada BUMDes setempat secara berkelanjutan. Langkah strategis ini sekaligus memutus rantai ketergantungan petani dari jeratan tengkulak lokal yang merugikan.
Melalui sistem baru ini, BUMDes didorong mampu menyerap hasil panen serta menyediakan pembiayaan modal. Inovasi nyata ini selaras dengan pencapaian target pembangunan berkelanjutan global demi kesejahteraan masyarakat. (Dian Novianto)






