Haijatim.com, Riyadh – Momen emosional mewarnai keberhasilan Al Nassr mengunci gelar juara Liga Arab Saudi 2025/2026. Sang megabintang, Cristiano Ronaldo, tertangkap kamera meneteskan air mata bahagia di tengah lapangan.
Momen Ronaldo menangis Al Nassr ini menjadi buah bibir. Kejadian tersebut langsung menyita perhatian jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Al Nassr akhirnya memastikan trofi domestik ke-11 mereka. Kepastian ini diraih setelah membantai Damac FC dengan skor telak 4-1. Laga penentu pekan terakhir digelar di Alawwal Park, Jumat (22/5/2026) dini hari WIB.
Sumbang Dua Gol
Ronaldo tampil luar biasa dengan menyumbang dua gol penutup. Sebelumnya, Sadio Mane membuka keunggulan lewat sundulan pada menit ke-34. Kingsley Coman lalu menggandakan skor pada menit ke-52. Damac sempat memperkecil kedudukan melalui penalti Morlaye Sylla menit ke-58.
Namun, Ronaldo mengunci kemenangan lewat eksekusi tendangan bebas indah menit ke-63. CR7 kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-81.
Selepas mencetak gol terakhir, air mata Ronaldo langsung tumpah. Dia menyeka matanya sambil menunjuk ke tribune keluarga. Air matanya kembali mengalir deras setelah wasit meniup peluit panjang tanda laga usai. Rekan setim dan staf pelatih bahkan sampai memeluknya.
Penantian Panjang
Fenomena Ronaldo menangis Al Nassr ini bukan tanpa alasan kuat. Ini merupakan penantian panjang baginya selama empat musim di Arab Saudi. Sejak bergabung Januari 2023, Ronaldo kerap didera rentetan kegagalan yang menyakitkan.
Musim ini pun berjalan penuh ketegangan. Al Nassr nyaris mengunci gelar lebih cepat saat melawan Al Hilal pekan lalu. Namun, blunder gol bunuh diri kiper Bento membuyarkan kemenangan di depan mata. Mental mereka bahkan sempat jatuh karena kalah di final Asian Champions League Two.
Keberhasilan skuad asuhan Jorge Jesus ini terasa sangat istimewa. Al Nassr sukses finis di puncak klasemen akhir dengan raihan 86 poin. Mereka hanya unggul tipis dua angka dari rival abadi mereka, Al Hilal.
Bagi Ronaldo, gelar ini melengkapi rekor fantastis dalam karier sepak bolanya. Dia resmi menjadi juara liga domestik di empat negara berbeda. Sebelumnya, ia berjaya bersama Manchester United, Real Madrid, dan Juventus. Trofi ini menjadi pembuktian bahwa taring sang legenda belum habis. (boi)







