Haijatim.com, Surabaya – Program SGREEFIT menjadi gagasan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai solusi menekan obesitas. Selain itu dengan menerapkan ekosistem kebugaran bisa berdampak mengurangi defisit BPJS Kesehatan.
Demikian masalah obesitas di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini tidak hanya mengancam kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak pada beban ekonomi nasional, khususnya pembiayaan layanan kesehatan. Ironisnya, obesitas kini tak hanya dialami kelompok usia dewasa, tetapi juga semakin banyak menyerang anak muda akibat pola hidup sedentari, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta minimnya aktivitas fisik.
Merespons persoalan tersebut, Tim SGREEFIT yang digagas mahasiswa ITS menghadirkan inovasi berupa strategi terintegrasi menuju ekosistem kebugaran berkelanjutan sebagai solusi penanganan obesitas di Indonesia. Anggota Research and Development SGREEFIT, Muhammad Rafi Kalevi, menjelaskan bahwa ide ini berangkat dari belum adanya sistem penanganan obesitas yang terstruktur dan terintegrasi secara nasional.
Obesitas Picu Masalah Kesehatan
Padahal, prevalensi obesitas yang terus meningkat telah memicu masalah kesehatan lanjutan, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga hipertensi, yang banyak dialami masyarakat usia produktif dan generasi muda.
“Permasalahan obesitas di Indonesia sampai saat ini belum memiliki penanganan khusus. Padahal, dampaknya bukan hanya ke kesehatan, tetapi juga ke pembiayaan negara. Data terakhir menunjukkan BPJS Kesehatan mengalami defisit sebesar Rp 9,6 triliun,” ujar Muhammad Rafi Kalevi, anggota R&D SGREEFIT ITS.
Melihat kondisi tersebut, SGREEFIT hadir dengan menawarkan sistem penanganan obesitas yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, teknologi digital, dan fasilitas kebugaran. Program ini memanfaatkan ekosistem yang telah ada, seperti BPJS Kesehatan, aplikasi Mobile JKN, serta pusat kebugaran (gym) yang terhubung secara sistematis.
“Program ini memberikan alur yang terintegrasi dan mudah diakses untuk membantu masyarakat, termasuk anak muda, dalam menangani obesitas secara berkelanjutan,” jelas Levi, sapaan akrabnya.
Adopsi Theory of Planned Behavior (TPB)
Lebih lanjut, mahasiswa Departemen Teknik Mesin ITS tersebut mengungkapkan bahwa SGREEFIT mengadopsi Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai dasar pendekatan perilaku olahraga. Tiga faktor utama yang ditekankan meliputi sikap positif terhadap manfaat olahraga, norma subjektif yang diperkuat institusi, serta kontrol perilaku melalui kemudahan akses fasilitas kebugaran dan dukungan regulasi.
“Faktor pertama kami dukung dengan konsep smart gym berbasis Internet of Things (IoT) agar peserta bisa memantau manfaat kesehatannya secara nyata. Faktor kedua diperkuat dukungan Kementerian Kesehatan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang terintegrasi BPJS. Sementara faktor ketiga difokuskan pada kemudahan akses fasilitas kebugaran,” papar Levi.
Secara teknis, program SGREEFIT dimulai dari konsultasi medis untuk menentukan rekomendasi olahraga sesuai kondisi tubuh peserta. Setelah itu, peserta menjalani aktivitas fisik di gym yang telah terhubung dengan BPJS Kesehatan. Untuk meningkatkan motivasi, sistem ini juga menerapkan gamifikasi, berupa pemberian poin dan voucher bagi peserta yang konsisten menjalani program.
Mahasiswa asal Balikpapan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Aktor kunci yang terlibat antara lain Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ahli gizi, sport scientist, tenaga medis, hingga masyarakat luas.
“Seluruh alur program dan rekomendasi kebijakan sudah kami rangkum dalam dokumen policy brief yang telah kami publikasikan,” ujar Levi.
Potensi Penghematan Pengeluaran BPJS Kesehatan
Dari sisi ekonomi, Levi menyebutkan bahwa apabila prevalensi obesitas nasional dapat ditekan hingga 35 persen, maka potensi penghematan pengeluaran BPJS Kesehatan bisa mencapai Rp 10,5 triliun. Angka tersebut berasal dari asumsi bahwa 60 persen dari total biaya akibat obesitas sebesar Rp 56 triliun ditanggung oleh BPJS.
“Dengan penghematan itu, defisit BPJS sebelumnya sebenarnya bisa tertutupi,” tegasnya.
Atas inovasi tersebut, Tim SGREEFIT ITS yang dibimbing oleh Alfan Purnomo ST MT berhasil meraih medali perak kategori presentasi pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38 tahun 2025. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya ITS mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
“Harapannya, SGREEFIT bisa dikembangkan menjadi program strategis nasional untuk menekan angka obesitas, terutama di kalangan anak muda dan masyarakat Indonesia secara luas,” tutup Levi penuh harap. (boi)













