Haijatim.com, Jakarta – Glico WINGS Frostbite Potabee mencatatkan sensasi sebagai pionir es krim manis gurih. Inilah terobosan pertama di Indonesia yang membikin rasa mind-blowing.
Begitulah dunia kuliner tidak pernah berhenti berevolusi. Jika dulu mencelupkan kentang goreng ke dalam es krim vanilla dianggap sebagai secret menu atau sekadar tren viral di media sosial, kini sensasi kontras tersebut hadir dalam genggaman. Glico WINGS baru saja meluncurkan inovasi terbarunya, Frostbite Potabee, sebuah es krim Jepang yang mendobrak batas rasa konvensional.
Diluncurkan secara meriah di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu (25/1), produk ini menjadi jawaban bagi para sweet-tooth yang juga gemar akan sensasi gurih (savory).

Rahasia di Balik Sensasi Manis-Gurih-Renyah
Apa yang membuat Frostbite Potabee layak menjadi perbincangan? Jawabannya terletak pada teknik V-Cut khas Potabee. Keripik kentang yang terbuat dari 100% kentang asli ini memberikan tekstur yang jauh lebih renyah dibandingkan keripik biasa.
Ketika renyahnya keripik kentang bertemu dengan es krim vanilla yang creamy dan lapisan cokelat tebal, terjadi sebuah ledakan rasa yang unik. Arya Mohan, aktor sekaligus Brand Ambassador Glico WINGS, bahkan menyebut pengalaman mencicipi es krim ini sebagai sesuatu yang mind-blowing.
“Sekali gigit, muncul rasa manis vanilla dan cokelat, lalu disusul gurih dan kriuk dari keripik kentang asli. Nagih banget,” ujar Mohan di sela-sela kemeriahan peluncuran.
Ulasan: Apa Syarat Es Krim yang Enak dan Layak Dibeli?
Sebagai penggemar es krim, kita seringkali terjebak pada pilihan yang itu-itu saja. Namun, yang paham bahwa es krim yang berkualitas harus memenuhi tiga kriteria utama:
1. Tekstur yang Seimbang (Consistency): Es krim yang baik tidak boleh terasa berpasir atau terlalu banyak kristal es. Teknologi Jepang yang diusung Glico WINGS memastikan kelembutan es krim tetap terjaga meski disimpan di suhu beku.
2. Kualitas Topping yang Otentik: Frostbite Potabee tidak menggunakan perisa kentang buatan, melainkan taburan keripik kentang asli. Inilah yang menentukan apakah sebuah produk layak disebut inovasi atau sekadar gimik.
3. Sensasi Rasa yang Berlapis (Complexity): Es krim yang membosankan hanya memiliki satu dimensi rasa (hanya manis). Frostbite Potabee menawarkan kompleksitas: manis dari vanilla, pahit-manis (bittersweet) dari cokelat, dan asin-gurih dari kentang.
Keberanian Glico WINGS menggabungkan dua merek besar (Frostbite dan Potabee) menunjukkan bahwa tren snackification, mengubah kebiasaan ngemil menjadi format baru. Yang kini tengah menjadi standar baru di industri makanan ringan tanah air.
Harga dan Ketersediaan
Kabar baik bagi para pemburu kuliner unik, Anda tidak perlu merogoh kocek dalam untuk mencicipi tren ini. Mulai awal Februari 2026, Frostbite Potabee akan tersedia di berbagai supermarket, toko kelontong, hingga platform belanja online dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000.
Mulyarasti Soehoed, Head of Marketing Glico WINGS, menegaskan bahwa produk ini adalah bukti komitmen perusahaan untuk selalu mendengar tren anak muda. “Kami ingin memberikan kejutan rasa yang pecah di setiap gigitan,” pungkasnya.
Bagi Anda yang menyukai eksplorasi rasa dan ingin merasakan sensasi es krim Jepang dengan sentuhan lokal yang berani, Frostbite Potabee jelas merupakan camilan yang wajib masuk dalam daftar belanja pekan ini. (dia)













