Haijatim.com, China – Sebuah fenomena lotere genetik medis langka mengguncang warga Yancheng, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Sepasang suami istri terkejut melihat perkembangan fisik putri mereka. Dari bayi tampak normal namun berganti warna mata biru dan berambut pirang, hingga memaksa sang orang tua melakukan tes DNA hingga tiga kali.
Terlahir pada Mei 2022, bayi bernama Guojiang awalnya tampak normal. Ia memiliki ciri fisik selayaknya etnis Han pada umumnya. Namun, perubahan drastis terjadi saat ia menginjak usia delapan bulan.
Matanya yang semula gelap perlahan berubah menjadi biru cerah. Memasuki usia satu tahun, rambutnya tumbuh keriting dan berwarna pirang keemasan. Fitur wajahnya pun mulai terlihat seperti orang Barat (Kaukasia).
Keraguan Hingga Tes DNA
Perubahan ini sempat memicu kekhawatiran besar bagi kedua orang tuanya. Mereka sempat menduga adanya kesalahan prosedur atau bayi tertukar di rumah sakit.
Guna mencari kepastian, keluarga memutuskan melakukan serangkaian tes DNA. Secara mengejutkan, hasil tes menunjukkan bahwa Guojiang adalah anak biologis mereka. Hasil ini membawa kelegaan sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga.
Penelitian lebih lanjut mengungkap rahasia dalam silsilah keluarga mereka. Ternyata, kakek buyut dari pihak ayah adalah seorang pria berkebangsaan Rusia. Sang leluhur dahulu menikah dengan wanita asal Henan dan menetap di Tiongkok.
Penjelasan Medis: Kemunculan Lotere Genetik
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa fenomena ini adalah kemunculan lotere genetik yang sangat langka. Ciri fisik seperti rambut pirang dan mata biru bersifat resesif. Atau penjelasan Ilmiahnya disebut Atavisme, atau munculnya kembali sifat genetik (fenotipe) yang sudah lama terpendam selama beberapa generasi.
Gen ini bisa ‘tertidur’ atau tersembunyi selama bergenerasi-generasi dalam sebuah keluarga. Sifat tersebut tidak hilang, melainkan hanya tertutup oleh gen dominan rambut hitam.
“Ciri fisik tertentu dapat tetap tersembunyi dalam keluarga selama beberapa generasi,” ungkap pakar genetika.
Fenomena ini kemudian muncul kembali secara tiba-tiba pada keturunan kesekian.
Kisah Guojiang menjadi contoh nyata bagaimana kemunculan lotere genetik bekerja secara biologis. Meski secara fisik menyerupai orang Rusia, identitas genetiknya tetaplah anak kandung pasangan tersebut.
Kini, keluarga Guojiang tidak lagi merasa khawatir akan perbedaan fisik putri mereka. Mereka memahami bahwa keunikan ini adalah warisan berharga dari sejarah panjang leluhur mereka. (ton)







