Haijatim.com, Surabaya – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Jawa Timur memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor. Langkah ini bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2026.
Rapat koordinasi Rencana Aksi Keselamatan (RAK) berlangsung di Kantor PT Jasa Raharja Wilayah Jawa Timur. Pertemuan ini menghadirkan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, hingga instansi vertikal terkait.
Jawa Timur tercatat sebagai salah satu provinsi dengan angka kecelakaan tertinggi di Indonesia. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kelalaian manusia hingga kondisi sarana prasarana jalan yang kurang memadai.
Data PT Jasa Raharja menunjukkan tren kenaikan santunan hingga April 2026 sebesar 16,19 persen. Total dana yang diserahkan mencapai Rp237,63 miliar kepada para korban kecelakaan.
“Mayoritas korban berasal dari usia pelajar dan produktif dengan dominasi kendaraan roda dua,” tulis laporan Jasa Raharja. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan.
Upaya Forum LLAJ Jatim tekan angka kecelakaan menyasar kelompok Generasi Z yang menyumbang 16,98 persen kejadian. Pendekatan keselamatan kini dibuat lebih tematik, tepat sasaran, dan berbasis komunitas.
Bappeda Jatim menekankan pentingnya peran orkestrator dalam pelaksanaan program keselamatan. Sinergi ini memastikan perbaikan jalan, fasilitas keselamatan, dan penanganan perlintasan sebidang berjalan selaras.
Kalangan akademisi mengingatkan pentingnya implementasi lima pilar keselamatan nasional secara terpadu. Target zero accident hanya bisa tercapai melalui pembagian tugas dan dukungan regulasi yang kuat.
Pemetaan titik rawan atau black spot juga terus dipertajam menggunakan metode analisis terbaru. Hal ini dilakukan agar pemantauan pada ruas-ruas prioritas menjadi lebih efektif dan terukur.
Diharapkan melalui sinergi ini, Forum LLAJ Jatim tekan angka kecelakaan secara signifikan. Masyarakat diimbau untuk selalu tertib demi menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.
Keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Mari bersama-sama mendukung Jawa Timur menjadi provinsi yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan. (dia)











