Haijatim.com, Surabaya – Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Kedung Baruk kini mulai naik kelas. Tim Pengabdian Masyarakat STIESIA Surabaya menggelar program strategis untuk memodernisasi pemasaran produk lokal secara digital. Yakni Pelatihan & Pendampingan Katalog Digital: Solusi Branding Tepercaya dan Transaksi Online Praktis bagi UMKM RW 01 & RW 05 Kedung Baruk.
Kegiatan edukatif ini berlangsung sukses pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Puluhan pelaku usaha berkumpul di Pendhapa FKPM RW 05 Kelurahan Kedung Baruk, Surabaya.
Ketua program PKM Stiesia di Kedung Baruk, Dr. Novianto Eko Nugroho, S.E., M.PSDM., menyampaikan urgensi acara ini. “Kami ingin memangkas kerumitan operasional digital menjadi proses yang jauh lebih mudah bagi para pelaku usaha,” ujar Dr. Novianto.

Harus Adaptif Teknologi
Beliau juga menambahkan bahwa pelaku usaha harus adaptif terhadap teknologi agar bisnis mereka bisa terus berkembang pesat. Program pendampingan katalog digital pelaku UMKM ini berfokus pada pengenalan platform praktis bernama Lynk.id.
Melalui aplikasi ini, para pedagang tradisional dilatih membuat etalase online yang rapi. Informasi harga dan spesifikasi produk kini bisa diakses konsumen dengan lebih mudah dan cepat.

Kolaborasi Tim dan Metode Praktis
Edukasi ini berjalan interaktif berkat kontribusi penuh dari seluruh tim dosen STIESIA Surabaya. Tim pengabdian ini diperkuat oleh Dr. Djawoto, S.E., M.M, Anton Eko Yulianto SE MM, serta Dr. Dian Arini, SP., MM.
Dua mahasiswa berbakat, Achmad Fariz Suryaman dan Divanda Aisah, turut mendampingi peserta secara langsung.
Peserta diajak praktik langsung menggunakan ponsel pintar masing-masing untuk mengunggah foto produk unggulan mereka. Langkah ini mempercepat proses pendampingan katalog digital pelaku UMKM agar langsung menghasilkan tautan bisnis yang siap pakai.
Kini, pembeli bisa bertransaksi dengan aman tanpa perlu tanya jawab manual yang berulang-ulang.
Efisiensi Manajemen Penjualan
Melalui optimalisasi platform etalase digital ini, efisiensi manajemen penjualan kini meningkat drastis. Tampilan usaha yang lebih profesional juga berhasil membangun rasa percaya para calon konsumen.
Kegiatan pemberdayaan ini menjadi pondasi kuat bagi kemandirian ekonomi kreatif di wilayah Kedung Baruk. (boi)













