Haijatim.com, Buleleng – Salah satu desa mandiri di Bali sukses mendongkrak ekonomi. Caranya dengan memproduksi garam tradisional secara turun temurun dan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp25 juta perbulan.
Demikian desa Les di Buleleng, Bali Utara, membuktikan tradisi mampu mendongkrak ekonomi. Desa pesisir ini sukses memadukan pelestarian lingkungan dengan kesejahteraan warga.
Melalui program Desa Sejahtera Astra, Desa Les bertransformasi menjadi desa mandiri ekonomi yang tangguh. Keberhasilan ini menjadikannya pelopor pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia.

Produksi Garam Tradisional
Fokus utama kemandirian ini ada pada produksi garam tradisional. Warga mempertahankan metode warisan leluhur secara turun-temurun.
Hasilnya sangat menjanjikan bagi ekonomi masyarakat. Setiap panen, warga memproduksi dua hingga tiga ton garam alami.
Produk ini diminati pasar nasional secara luas. Pemerintah Provinsi Bali bahkan rutin memesan garam hingga satu ton setiap bulan.
Kerja sama dengan BUMDes Giri Segara memperkuat pemasaran ini. Nilai penjualan garam tersebut mencapai Rp25 juta per bulan.
Pilar Utama Pendapatan Warga
Penghasilan ini menjadi bukti nyata potensi ekonomi berkelanjutan. Tradisi lokal terbukti mampu menjadi pilar utama pendapatan warga desa.
Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan komprehensif. Kiprah program Desa Sejahtera Astra sejak tahun 2024 membawa dampak besar.
Program ini menyentuh empat pilar kontribusi sosial. Pilar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga kewirausahaan masyarakat.
Dampaknya dirasakan langsung oleh lebih dari 800 warga. Pendapatan masyarakat setempat tercatat melonjak hingga 25 persen.
Program ini juga sukses menyerap puluhan tenaga kerja baru. Produk lokal kini terserap pasar hingga 100 persen.
“Astra berharap kolaborasi ini menjaga keseimbangan kemajuan dan kelestarian lingkungan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.
Ia menambahkan, pelestarian identitas budaya desa harus dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.

Program Les Grow
Di bidang lingkungan, warga aktif melakukan konservasi terumbu karang. Program Les Grow mengedukasi warga memilah sampah dari rumah.
Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos bernilai ekonomis. Sementara di bidang pendidikan, generasi muda mendapatkan pelatihan bahasa Inggris.
Mereka dipersiapkan menjadi pemandu wisata lokal yang percaya diri. Layanan ini menyasar wisatawan mancanegara yang berkunjung.
Berkat keberhasilan mengelola potensi, Desa Les meraih penghargaan bergengsi. Desa ini dinobatkan sebagai Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Prestasi tersebut diberikan langsung oleh Kementerian Pariwisata. Keberhasilan ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa. (boi)












