Haijatim.com, Pamekasan – BRI Kantor Cabang Pamekasan, Jawa Timur terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Juni 2026, BRI Kantor Cabang Pamekasan telah menyalurkan KUR sebesar Rp 349,14 miliar ke 5.667 debitur.
Pemimpin Kantor Cabang BRI Pamekasan, Andri Wicaksono mengatakan, sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh KUR Sektor produksi yang tercatat sebesar Rp 150,43 miliar atau sebesar 43,09% dari total penyaluran hingga Juni 2026. Sektor produksi yang dimaksud mencakup bidang perdagangan, restoran dan hotel yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Pamekasan.
“Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di wilayah Pamekasan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” kata Andri, Selasa (28/7/2026).
Selain itu, KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Bantul melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Pamekasan di bidang Perdagangan, Restoran dan Hotel yang tentunya BRI memliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha,” ungkapnya.
Andri menambahkan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan.
Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Kantor Cabang Pamekasan optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegasnya. (Boi)













