Haijatim.com, Lamongan – PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) resmi memulai pembangunan fasilitas pengelolaan limbah industri di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Proyek ini merupakan bagian dari ekspansi strategis perusahaan untuk memperkuat layanan pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) serta non-B3 di kawasan Indonesia Timur.
Acara peletakan batu pertama (ground breaking) dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, jajaran direksi PT MHKI, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Pembangunan fasilitas ini ditargetkan menjadi model pengelolaan limbah berkelanjutan di Jawa Timur.
Direktur Utama PT MHKI, Alwi, menegaskan bahwa fasilitas ini akan mengedepankan teknologi ramah lingkungan. “Fasilitas ini akan menggunakan teknologi modern untuk memastikan proses pengolahan limbah berjalan aman, ramah lingkungan, dan sesuai regulasi. Kami ingin memberikan solusi terintegrasi bagi industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau,” ujarnya.

Bupati Lamongan menyambut baik investasi tersebut dan menyebutnya sebagai langkah strategis daerah dalam pengelolaan limbah. “Kehadiran PT Multi Hanna Kreasindo tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan limbah berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi pemerintah daerah mendorong ekonomi hijau dan energi terbarukan,” kata Yuhronur Efendi.
Fasilitas baru ini dirancang untuk mengolah limbah industri menjadi energi terbarukan dan bahan daur ulang, mendukung prinsip circular economy. MHKI sendiri merupakan satu-satunya perusahaan pengelola limbah industri yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak April 2024, dengan izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk layanan pengangkutan, pengumpulan, dan pemanfaatan limbah.
Sejak berdiri pada 2004, MHKI telah membantu berbagai sektor industri memenuhi regulasi lingkungan dengan menerapkan teknologi inovatif. Pembangunan cabang di Lamongan mempertegas komitmen perusahaan dalam mengurangi jejak karbon dan melestarikan sumber daya alam.
Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pengolahan limbah terintegrasi berkapasitas besar, sekaligus memperkuat posisi Lamongan sebagai destinasi investasi hijau yang kompetitif secara nasional.
Mengapa Limbah Harus Diolah?
Pengolahan limbah merupakan langkah krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan masyarakat. Limbah industri, khususnya limbah B3, dapat mencemari tanah, air, dan udara jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu, limbah harus diolah agar tidak menjadi sumber pencemaran.
Selain itu, pengolahan limbah memungkinkan pemanfaatan kembali material melalui proses daur ulang atau konversi menjadi energi terbarukan. Hal ini mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan memperpanjang siklus hidup bahan baku, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang tepat, limbah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga potensi ekonomi baru yang bernilai. (boi)












