Haijatim.com, Kediri – PT Syngenta Indonesia meluncurkan NK Perkasa Sakti, yakni benih jagung bioteknologi untuk menghadapi tantangan musim kering. Demikian hal nyata paparan di Kediri yang menghadirkan solusi nyata bagi petani di tengah perubahan iklim.
Seperti diketahui, memasuki semester kedua 2025, sejumlah wilayah di Indonesia mulai menghadapi musim kering yang berpotensi diperparah oleh dampak perubahan iklim global. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi petani jagung, yang dihadapkan pada ancaman kekurangan air, serangan hama, serta tekanan gulma yang tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, PT Syngenta Indonesia meluncurkan NK Perkasa Sakti, benih jagung hibrida berteknologi tinggi yang dirancang untuk tetap produktif meskipun dalam kondisi lingkungan yang kurang ideal. Peluncuran dilakukan di Syngenta Learning Center, Kedungmalang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dan dihadiri oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gunawan, SP, M.Si, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, S.T, pejabat dinas pertanian, serta lebih dari 500 petani dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Gunawan menyebutkan bahwa berdasarkan data luas tanam PDPS sebesar 5,31 juta hektare, produksi jagung Indonesia tahun 2024 mencapai 15,14 juta ton pipilan kering dengan kadar air 14%. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi menjadi 16,68 juta ton pada 2025 dari luas tanam seluas 4,26 juta hektare, dengan dukungan alokasi bantuan benih untuk 300.000 hektare.
“Kami mengapresiasi PT Syngenta Indonesia yang telah berkontribusi menghasilkan varietas jagung hibrida unggul, yang sangat berguna dalam mendukung produktivitas nasional,” ujar Gunawan.

Benih Tangguh untuk Iklim Ekstrem
Customer Business Manager Syngenta Indonesia, Nguyen Huy Cuong, menjelaskan bahwa NK Perkasa Sakti merupakan benih jagung bioteknologi dengan dua keunggulan utama: tahan terhadap hama penggerek batang (Asian Corn Borer) dan toleran terhadap herbisida glifosat. Kombinasi ini dirancang untuk memudahkan petani dalam pengendalian hama dan gulma, serta meminimalkan kerusakan tanaman.
“NK Perkasa Sakti dirancang untuk menjawab tantangan petani di musim kering. Benih ini tangguh, efisien, dan tetap menghasilkan panen tinggi meski dalam kondisi cuaca tidak menentu,” jelas Cuong.
Seed Marketing Head Syngenta Indonesia, Imam Sujono, menambahkan bahwa Jawa Timur, termasuk Kabupaten Kediri, merupakan sentra jagung nasional. Dengan potensi hasil sekitar 5-10 persen lebih tinggi dibanding benih biasa, bahkan bisa mencapai 13,3 ton per hektare dalam kondisi optimal, NK Perkasa Sakti menjadi solusi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Kesaksian Petani dan Inovasi Syngenta
Abubakar, petani asal Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas, Jember, mengaku merasakan manfaat nyata setelah menanam NK Perkasa Sakti. “Jagung ini lebih sehat dan tahan hama penggerek batang. Hasil panen juga jauh meningkat dibanding dulu, yang hanya sekitar 4 ton per hektare,” ujarnya.
Peluncuran NK Perkasa Sakti di Kediri merupakan bagian dari program nasional Syngenta yang sebelumnya digelar di Lampung, Bone (Sulawesi Selatan), Lamongan, dan Grobogan (Jawa Tengah). Selain benih unggul, Syngenta juga mendorong penerapan teknologi pertanian modern lewat aplikasi peTani, yang telah digunakan oleh lebih dari 50.000 petani di Indonesia.
Tidak hanya itu, Syngenta mengembangkan 24 Learning Centers yang menjangkau lebih dari 17.000 petani setiap tahunnya. Fasilitas ini menjadi pusat edukasi langsung dan digital dalam praktik pertanian berkelanjutan, yang mencakup demonstrasi teknik inovatif dan efisien dalam pengelolaan lahan.
“Syngenta berkomitmen menjadi mitra strategis petani Indonesia. Kami percaya inovasi bioteknologi seperti NK Perkasa Sakti adalah langkah penting untuk memastikan stabilitas produksi dan kesejahteraan petani dalam menghadapi perubahan iklim,” tutup Imam Sujono. (boi)











