Becak Listrik Resmi Mengaspal di Kawasan Ikonik Surabaya

Wajah Baru Wisata Kota Pahlawan

Haijatim.com, Surabaya – Becak listrik resmi mengaspal di Kawasan Ikonik Surabaya. Hal ini menjadi wajah baru wisata di Kota Pahlawan.

Begitulah transportasi tradisional yang menjadi urat nadi kerakyatan di Kota Pahlawan resmi memasuki era baru. Sebanyak 200 unit becak listrik bertenaga baterai kini mulai beroperasi di jalanan Surabaya, membawa misi ganda, menjaga kelestarian lingkungan dan memuliakan para pengemudi lansia.

Peluncuran armada ramah lingkungan ini ditandai dengan penyerahan unit secara simbolis kepada para pengemudi becak berusia di atas 70 tahun di Balai Kota Surabaya, Kamis (22/1/2026). Inisiatif ini merupakan langkah nyata Presiden RI Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) untuk memodernisasi transportasi rakyat tanpa menghilangkan nilai budayanya.

Solusi Transportasi Hijau yang Humanis
Kehadiran becak listrik ini bukan sekadar mengikuti tren elektrifikasi global. Bagi warga Surabaya, ini adalah solusi atas beban fisik yang selama ini dipikul oleh para pejuang jalanan di usia senja.

“Dulu kalau naik jembatan rasanya capek sekali, sekarang pakai yang listrik jadi enteng,” ujar Ba’i (74), salah satu penerima manfaat dengan raut wajah semringah.

Diproduksi melalui kolaborasi strategis antara PT Len dan PT Pindad, kendaraan ini dirancang khusus untuk keamanan perkotaan. Berikut adalah spesifikasi teknis utamanya:
* Kecepatan Maksimal: Dibatasi hingga 15 km/jam demi menjamin keamanan pengemudi lansia dan penumpang.
* Daya Jelajah: Mampu menempuh jarak 36 hingga 40 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh.
* Performa: Sanggup melibas tanjakan dengan kemiringan hingga 15 derajat.
* Eco-Friendly: Bebas emisi karbon dan memiliki suara motor yang sangat senyap (noise-free).

Hanya Beroperasi di Kawasan Wisata
Bagi warga maupun wisatawan yang ingin menjajal sensasi berkendara dengan becak modern ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menetapkan zona operasional khusus. Demi alasan keselamatan, becak listrik dilarang melintas di jalan protokol atau jalur utama kota.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa armada ini akan difokuskan sebagai becak wisata di kawasan bersejarah dan ikonik, antara lain:
1. Kota Lama Surabaya
2. Jalan Tunjungan
3. Kawasan Peneleh
4. Kawasan Religi Ampel

“Mulai awal Februari 2026, masyarakat sudah bisa menikmati layanan ini di titik-titik tersebut. Kami ingin wisatawan bisa menikmati sejarah Surabaya dengan lebih nyaman dan tanpa polusi suara,” ungkap Eri Cahyadi.

Dukungan Infrastruktur dan Pemeliharaan
Menjawab tantangan operasional, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah bersinergi dengan PLN untuk membangun charging station atau titik pengisian daya di pangkalan-pangkalan becak wisata.

Selain itu, keberlanjutan armada ini juga dijamin melalui kerja sama dengan bengkel Viar di berbagai wilayah untuk layanan servis berkala dan ketersediaan suku cadang. Program di Surabaya ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan 80.000 unit becak listrik hingga tahun 2027.

Kehadiran becak listrik di Surabaya menjadi bukti bahwa teknologi tinggi dan transportasi tradisional bisa berjalan beriringan, menciptakan kota yang lebih hijau sekaligus memberikan penghidupan yang lebih layak bagi rakyat kecil. (ton)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *