Bagaimanakah Peran Para Akuntan di Era Digital?

Haijatim.com, Surabaya – Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan sarjana di jurusan akuntansi dan Pendidikan Profesi Akuntansi atau tenaga ahli yang memiliki lingkup tugas dalam mencatat, menyusun, menganalisis, dan melaporkan seluruh informasi keuangan pada suatu organisasi, perusahaan maupun instansi pemerintahan. Secara umum tugas akuntan adalah membuat lapran keuangan secara berkala. Kemudian melakukan pemeriksaan keabsahan bukti transaksi agar tidak terjadi kesalahan atau kecurangan. Mereka juga dapat melakukan perhitungan dan perancangan pajak perusahaan, untuk pelaporan hingga pembayarannya. Keahlian lainnya yang dapat diberikan kepada klien (perusahaan) adalah memberikan nasihat keuangan pada peusahaan sehingga manajemen dapat mengambil keputusan dari nasihat tersebut.

Akuntansi adalah nama bidang pekerjaan atau proses dalam menghasilkan laporan keuangan. Septianingsih, dkk (2025) menyebutkan terdapat empat peran penting yang dimiliki akuntansi. Pertama, menyediakan informasi dan jawaban terkait keuangan yang merupakan peran paling mendasar dengan menyusun pembukuan secara teratur. Kedua, sebagai alat kontrol dan pengendali yaitu dengan informasi yang dihasilkan akuntan dapat mengevaluasi kenaikan dan penurunan akun-akun tertentu yang memiliki risiko. Ketiga, membantu stakeholder dalam mengambil keputusan dari informasi-informasi yang disediakan oleh akuntan. Keempat, berhubungan dengan pihak ketiga yaitu akuntansi tidak hanya berhubungan dengan internal perusahaan namun juga terkait dengan pihak luar perusahaan misalnya seperti kreditor dan pemerintah dimana pihak tersebut membutuhkan informasi yang tersaji pada laporan keuangan.

Terdapat beberapa jenis akuntan, antara lain akuntan publik, akuntan internal, akuntan pemerintahan dan akuntan pendidik. Akuntan publik fokus pada memberikan jasa audit, perpajakan, maupun jasa konsultasi. Akuntan internal yaitu seorang akuntan yang bekerja pada suatu perusahaan dengan tugas mengelola keuangan dan pembukuan hingga menjadi laporan keuangan berkala. Akuntan pemeritahan yaitu akuntan yang bekerja pada lembaga atau instansi pemerintahan dengan tugas mengelola, mencatat, dan mengawasi anggaran negara agar terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dana masyarakat. Akuntan pendidik adalah akuntan yang bekerja pada lembaga pendidikan dengan tugas utamanya antara lain mengajar, menyusun kurikulum, meneliti ilmu akuntansi serta melakukan pengabdian kepada masyarakat guna mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang akuntansi.

Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang dengan pesat, dan kompleksitas industri juga semakin rumit. Pemanfaatan teknologi untuk mengatasi kerumitan yang terjadi sangatlah membantu para akuntan dalam melaksanakan tugas-tugasnya tempat ia mengemban tanggung jawab. Perkembangan ini menyebabkan terjadinya transformasi yang sangat signifikan yaitu dari akuntansi manual menjadi akuntansi digital. Dengan adanya akuntansi digital dapat memberikan manfaat yaitu terjadinya efisiensi dan efektivitas dalam proses akuntansi. Otomasi pencatatan transaksi hingga menjadi laporan keuangan terbukti mampu mengurangi kesalahan bila dibandingkan dengan menggunakan cara manual. Tidak hanya itu, laporan keuangan yang dihasilkan juga lebih cepat bahkan tepat waktu dan meningkatkan kualitas informasi. Digitalisasi juga menawarkan terintegrasinya dengan berbagai unit yang ada pada perusahaan sehingga lebih efisien dari sisi waktu bahkan efisien dalam pengggunaan sumber daya manusia.

Berbeda bila masih menerapkan akuntansi manual, untuk menghasilkan laporan keuangan para akuntan harus bekerja keras karena melakukan pencatatan transaksi secara manual dan risiko terjadinya kesalahan lebih besar dibandingkan dengan akuntansi digital. Ketepatan waktu juga akan diragukan bila jumlah transaksi sangat banyak sehingga untuk mengatasi hal tersebut tidak menutup kemungkinan dengan menambahkan sumber daya manusia. Manfaat yang didapat dengan menggunakan akuntansi manual adalah untuk melatih atau memperlancar ilmu dasar keuangan khususnya bagi fresh graduate. Di sisi lain dengan cara manual akan menyebabkan sulit diakses dan dikontrol karena untuk membagikan data yang dibutuhkan tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Jika semua aspek telah menggunakan serba digital khususnya bidang akuntansi, kemudian bagaimana peran akuntan dalam dunia kerja? Penerapan akuntansi digital dalam dunia kerja berarti menggeser peran akuntan yang dulu ia berperan pada fungsi administrasi yaitu mencatat, mengolah, dan menyajikan data keuangan menjadi sebuah informasi yang siap digunakan dalam mengambil keputusan maka saat ini harus berganti peran menjadi partner bisnis. Akuntan pada era serba digital harus mampu mengupgrade diri, meningkatkan kompetensi diri tidak hanya sebagai ahli dalam mencatat. Yang dapat dilakukan untuk memiliki nilai tambah misalnya dengan memiliki kemampuan menganalisi data, memberikan masukan tentang keuangan dan membantu dalam pengambilan keputusan manajemen.

Para peneliti yang telah melakukan penelitian tentang akuntansi digital menemukan hasil bahwa akuntan dituntut memiliki ekstra kompetensi dalam diri mereka, kompetensi yang tidak dapat digantikan oleh sistem. Misalnya dengan mendalami pemahaman tentang informasi teknologi, terkait cara mengoperasikannya, dan membaca laporan yang dihasilkannya. Dengan memahami cara kerja akuntansi digital maka akuntan akan dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Diluar keahlian dalam mengoperasikan sistem, akuntan juga harus menambah kemampuan dalam menganalisis data yang dihasilkan dari sistem tersebut sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan oleh manajemen.

Namun dalam praktiknya menunjukkan bahwa perubahan ini tidak selalu memberikan hasil yang baik. Ketidakberhasilan tersebut karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi misalnya seorang akuntan yang tidak siap menghadapi perubahan karena kemajuan teknologi, ketidaksiapannya dalam upaya menyesuaikan diri dan munculnya kekhawatiran berlebihan akan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Apabila mereka tidak mampu bertahan maka peran-peran mereka dalam dunia kerja akan tergantikan dengan akuntan yang memiliki semangat tinggi untuk selalu belajar dengan seiringnya perkembangan teknologi.

Penggunaan akuntansi digital yang terintegrasi berarti berpotensi mengurangi penggunaan sumber daya manusia sehingga berpotensi pula dapat meningkatkan jumlah pengangguran. Oleh karena itu perlu adanya dorongan dalam diri akuntan untuk melakukan penyesuaian seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih. Adanya kemajuan teknologi dan menerapkannya pada semua bidang bukan berarti pekerjaan seutuhnya dipercayakan kepada teknologi, karena ia hanyalah alat dimana alat memiliki keterbatan sehingga akuntan harus berperan dimana peran tersebut tidak disediakan oleh teknologi.

Daftar Pustaka:
Anjarwati, S., dkk. 2023. Pengaruh Digitalisasi Akuntansi Terhadap Efisiensi dan Pengurangan Biaya Pada Perusahaan Wirausaha UMKM di Kota Bandung. Jurnal Aktiva: Riset Akuntansi dan Keuangan, 5 (1), hal 57 – 72.
Septianingsih, C. A., dkk. 2025. Dampak Transformasi Digital Terhadap Peran Akuntan Di Perusahaan Startup. Jurnal Lentera Bisnis, Vol. 14, No. 3, September.
Wardayani, T. dan Aji, G. 2026. Dampak Transformasi Digital Terhadap Profesi Akuntansi: Perpektif Peran Akuntan Dan Adaptasi Teknologi. Jurnal Media Akademik (JMA), Vol. 4, No. 1, Januari.

Akuntan di Era DigitalPenulis:
Emi Kusmaeni, S.E., M.Ak. adalah
– Dosen tetap STIESIA Surabaya pada Program Studi D3 – Akuntansi sejak tahun 2010.
– Selain mengajar beliau juga aktif dalam kegiatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *