ITS Dukung Kemandirian Penggunaan Aspal Buton Berkelanjutan

Resmikan Laboratorium Teknologi

NEWS37 views

Haijatim.com, Surabaya – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meresmikan Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan pada Rabu (30/9). Peresmian ini menegaskan ITS siap mendukung kemandirian penggunaan aspal Buton berkelanjutan untuk infrastruktur nasional.

Inovasi ini memanfaatkan proses hidrotermal yang mampu memisahkan bitumen dari mineral kapur secara efisien. Tingkat efisiensi pemisahan bitumen bahkan berhasil mencapai lebih dari 95 persen.

Riset terobosan ini menghasilkan aspal dasar berkualitas tinggi untuk pembangunan jalan raya. Langkah terobosan inovasi aspal Buton dukung kemandirian nasional secara signifikan.

ITS Dukung Kemandirian Penggunaan Aspal Buton Berkelanjutan
Tonggak Perjalanan Anak Bangsa
Rektor ITS, Prof. Dr. (H.C.) Ir. Bambang Pramujati, M.Sc., I.P.U., A.E.N., menyambut positif hadirnya laboratorium pendukung riset tersebut. “Fasilitas ini menjadi tonggak perjalanan riset anak bangsa di Kampus ITS,” tegas Bambang.

Fasilitas ilmiah ini didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dukungan tersebut sangat penting untuk mendorong hilirisasi riset menuju skala industri.

Ketua tim riset, Dr. Ir. Susianto, D.E.A., menjelaskan keunggulan utama metode hidrotermal. Metode tersebut terbukti efektif melemahkan ikatan kuat antara bitumen dan mineral kapur.

Proses ekstraksi inovatif ini mampu menghasilkan tiga jenis produk utama. Produk meliputi bahan pengganti aspal minyak, aditif performance grade, dan aspal pracampur.

“Kami memastikan sisa bahan baku tidak mencemari lingkungan,” ujar Susianto. Ia menambahkan bahwa limbah padatan kapur diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Hingga 100 Tahun
Potensi cadangan aspal Buton diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga 100 tahun. Karakteristik material lokal ini juga sangat tangguh menghadapi iklim tropis Indonesia.

Dalam proses hilirisasi, ITS menggandeng PT Aspindo Group sebagai mitra strategis industri. Kerja sama ini mencakup rencana pembangunan pabrik modular berkapasitas 20.000 ton per tahun.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (RPM) ITS, Fadlilatul Taufany, Ph.D., menekankan kesiapan fasilitas uji. Laboratorium saat ini telah didukung standar ISO 17025 untuk menjamin mutu.

“Indikator keekonomian sangat menjanjikan dengan IRR mencapai 24 persen,” jelas Taufany.

Chief Executive Officer (CEO) Aspindo Group, Bobby Hartawan Wijaya, turut memberikan apresiasi tinggi. “Inovasi ini mencetak legasi bagi kemandirian industri infrastruktur Indonesia,” kata Bobby.

Langkah strategis ITS ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya target pada sektor industri, inovasi, serta pola konsumsi yang bertanggung jawab. (Amin Setyobudi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *