Surabaya Potensi Banjir Rob Akhir September

Kenaikan Permukaan Air Laut di Kawasan Pesisir

NEWS80 views

Haijatim.com, Surabaya – Waspada, wilayah Surabaya berpotensi banjir rob akhir September akibat fenomena pasang air laut maksimum. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak memprediksi kenaikan permukaan air laut di kawasan pesisir.

Masyarakat pesisir diimbau meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi genangan air yang berdampak pada aktivitas warga. Pakar mitigasi bencana banjir ITS, Dr. Umboro Lasminto, S.T., M.Sc., menjelaskan indikator penting ancaman tersebut. Tinggi air pasang menjadi petunjuk utama dalam memetakan potensi risiko banjir pesisir.

“Apabila puncak pasang di atas 2,4 meter maka perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan banjir rob,” terangnya.

Dinamika Cuaca
Meski demikian, kondisi pasang riil di lapangan bisa bervariasi bergantung pada dinamika cuaca. “Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan ketika terdapat prediksi pasang tinggi di wilayah pesisir Surabaya,” pesannya.

Dosen Departemen Teknik Infrastruktur Sipil ITS, Muhammad Hafiizh Imaaduddiin, S.T., M.T., menyebut fenomena ini dipengaruhi siklus astronomis. Kenaikan air laut terjadi bertepatan dengan fase bulan purnama.

“Kenapa September ini terjadi potensi pasang tertinggi hanya karena waktunya kebetulan bersamaan, yakni bulan purnama,” terangnya.

Karakteristik Surabaya sebagai wilayah hilir pesisir membuat potensi genangan semakin sulit dihindari. Alih fungsi lahan dan minimnya area resapan menambah beban drainase perkotaan.

Kikis Resapan Air
Pembangunan pesat di kawasan perkantoran hingga Gelora Bung Tomo (GBT) terus mengikis area resapan air. “Sebagai daerah hilir pesisir, Surabaya perlu mengantisipasi potensi banjir rob melalui pengelolaan drainase,” jelas Hafiizh.

Pemkot Surabaya sebenarnya telah menyiapkan skema penanganan melalui Surabaya Drainage Master Plan (SDMP). Langkah mitigasi ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin ke-11.

Masyarakat diimbau melakukan tindakan pencegahan sederhana secara mandiri untuk meminimalkan dampak buruk genangan. Langkah ini meliputi pengamanan barang berharga serta pemilihan rute jalan alternatif.

“Persiapan sejak awal dapat membantu meminimalkan risiko dan dampak apabila pasang berkembang menjadi banjir rob,” pungkasnya. (Dian Novianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *