Dosen ITS Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional

Lewat Pelatihan di Malaysia

NEWS45 views

Haijatim.com, Surabaya – Para dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat ekosistem semikonduktor nasional. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi riset strategis.

ITS menggandeng Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dalam pengembangan kapasitas teknologi microfabrication. Kerja sama ini menjadi awal penting bagi kemandirian industri.

Sebanyak 10 dosen ITS mengikuti pelatihan intensif di laboratorium UniMAP. Kegiatan berlangsung pada 19 hingga 27 September 2026. Mereka mempelajari proses fabrikasi komponen Metal-Oxide-Semiconductor Field-Effect Transistor (MOSFET).

Pengalaman ini mencakup teknik deposisi presisi tinggi. Langkah kolaborasi ini menegaskan bahwa Indonesia merintis ekosistem semikonduktor secara berkelanjutan. Kebutuhan perangkat digital nasional terus meningkat pesat.

Rantai Pasok Teknologi
Guru Besar ITS, Prof Dr Agung Purniawan ST MEng, memberikan penjelasannya. Ia menekankan pentingnya penguasaan rantai pasok teknologi terkini.

“Penguasaan teknologi tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga kemandirian,” ujar Prof Agung.

Komponen semikonduktor menjadi otak berbagai perangkat modern saat ini. Teknologi ini dipakai pada ponsel cerdas hingga kendaraan listrik. Pasar semikonduktor global diproyeksikan mencapai USD 1 triliun pada 2030.

Pertumbuhan ini dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Indonesia belajar dari Malaysia yang mengembangkan industri chip sejak 1971. Negara tetangga tersebut kini memiliki puluhan perusahaan semikonduktor.

Ekosistem Terintegrasi
Perguruan tinggi di Malaysia berperan aktif mencetak talenta berkualitas tinggi. ITS ingin mengadopsi pola pengembangan ekosistem terintegrasi tersebut. Pengembangan industri semikonduktor membutuhkan kolaborasi erat semua pihak terkait. Perguruan tinggi bertindak sebagai jembatan penyiapan tenaga ahli.

“Industri membutuhkan talenta, sementara talenta membutuhkan ekosistem industri,” tutur Agung.

Pemerintah perlu memberikan kepastian investasi bagi para pelaku industri. Kebijakan tepat akan mendorong hadirnya fasilitas foundry lokal. Pelatihan dosen ini menjadi benih awal kemajuan teknologi nasional. Hasil pelatihan akan ditransformasikan dalam kurikulum pembelajaran ITS.

Inisiatif strategis ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama poin pendidikan berkualitas dan inovasi industri nasional. (Dian Novianto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *