Fakta Atau Mitos 5 Kebiasaan Makan Sehat

Haijatim.com, Jakarta – Pola makan yang sehat mencakup semua unsur gizi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Di sisi lain, menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, apabila seseorang mengonsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuhnya, akan berisiko pada timbulnya penyakit, seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, arthritis, batu empedu, dan penyakit lainnya. Untuk itu apakah fakta atau mitos 5 kebiasaan makan sehat yang kerap kita lakukan.

Dokter Gizi, dr Putri Sakti Dwi Permanasari, Sp GK, mengungkapkan bersama Tokopedia, “Gizi seimbang menjadi hal paling penting dalam menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, selain karbohidrat sebagai sumber energi utama, tubuh juga membutuhkan sumber zat pembangun dan pengatur lainnya yang bisa didapat dari protein nabati dan hewani. Keduanya juga mengandung lemak yang penting bagi tubuh asalkan dikonsumsi sesuai kebutuhan.”

“Menyambut Hari Gizi Nasional, Tokopedia terus mendukung masyarakat menerapkan pola makan sehat dan bergizi melalui berbagai inisiatif. Salah satunya adalah dengan menghadirkan Tokopedia NYAM!, dimana tersedia berbagai pilihan makanan dan minuman, termasuk makanan sehat, dari pelaku usaha lokal di seluruh Indonesia,” ujar Category Development Senior Lead Tokopedia, Revie Jefta Akhwilla.

Baca juga: Bali Interfood 2023, Tuan Rumah Pameran Makanan & Minuman Internasional Terbesar

“Masyarakat juga bisa memanfaatkan Tokopedia NOW! Untuk mendapatkan bahan-bahan makanan yang sehat, mulai dari sayur, buah, daging dan masih banyak lagi, dengan pengiriman yang lebih cepat hingga 2 jam setelah pembayaran,” tambah Revie.

Tokopedia dan Dokter Gizi Bagi Lima Fakta dan Mitos Makan Sehat
Menyambut Hari Gizi Nasional pada 25 Januari 2024, Tokopedia bersama dr. Putri Sakti Dwi Permanasari, Sp.GK, mengupas fakta dan mitos seputar makan sehat dan bergizi serta penerapan pola hidup yang lebih sehat.

1. Mitos: Makan malam akan membuat berat badan naik
“Faktanya, makan malam tidak akan membuat berat badan naik jika jumlah kalori yang dikonsumsi dalam sehari tetap sesuai kebutuhan kalori per orang dan membatasi konsumsi manis dan berlemak. Seseorang yang sedang menurunkan berat badan disarankan untuk makan malam 2-3 jam sebelum waktu tidur, untuk menghindari risiko asam lambung naik,” jelas dr. Putri bersama Tokopedia.

Baca juga: Yuk Ke Pameran industri Makanan & Minuman, Indonesia international Food Exhibition (IIFEX) Grand City Convex, 15 – 18 Juni 2023

“Ketika lapar saat malam hari, disarankan makan buah-buahan seperti blueberry yang mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan tulang, seperti kalsium, zat besi, magnesium, hingga fosfor atau pisang yang merupakan sumber potasium, vitamin C hingga antioksidan. Hindari camilan seperti makanan olahan atau yang digoreng dengan minyak berlebih,” saran dr Putri.

“Penjualan buah-buahan terus laris manis di Tokopedia. Misalnya, jumlah transaksi buah blueberry naik hampir 3 kali lipat sepanjang tahun 2023 dibandingkan tahun 2022 (data periode Januari-September 2023 dibandingkan Januari-September 2022). Sedangkan penjualan pisang di Tokopedia naik lebih dari 2 kali lipat,” ungkap Revie.

2. Fakta: Mindful eating lebih baik dibanding mengurangi porsi makan
“Mengurangi porsi makan berlebihan hingga menghindari makanan tertentu demi menurunkan berat badan justru tidak baik. Lebih baik menerapkan mindful eating karena tidak ada makanan yang terlalu baik maupun jahat. Mindful didasarkan pada kesadaran penuh seseorang saat makan. Misalnya, memperhatikan apa saja yang dimakan, besarnya porsi makanan, mengetahui kapan saat lapar dan saat kenyang,” jelas dr Putri.

Baca juga: Mangkok Ayam Jadi Google Doodle, Tak Sadar Jadi Simbol Universal Alat Makan

“Masyarakat bisa ikut anjuran Kementerian Kesehatan RI dengan membagi piring menjadi tiga bagian, yaitu ½ isi piring diisi oleh sayuran dan buah, ⅓ isi piring diisi oleh protein hewani (ikan, ayam, daging atau telur) sebanyak 75 gram dan protein nabati (tempe, tahu atau kacang-kacangan) sebanyak 100 gram, serta ⅔ atau 150 gram lainnya diisi oleh sumber karbohidrat seperti beras, kentang atau jagung,” saran dr. Putri bersama Tokopedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *